Keluarga Sakinah

Ada Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Shares

Ungkapan “surga itu di bawah kedua kakinya” itu tentu saja bukan bermakna “tekstual”. Oleh karena itu, ketika memberikan penjelasan terhadap Hadits ini, Ath-Thibi, misalnya, mengatakan, bahwa sabda Rasulullah saw itu adalah sebuah “metaphor”, bahwa perolehan surga di bawah telapak kaki ibu itu adalah “buah” dari puncak ketundukan dan kerendahan hati, sebagaimana firman Allah dalam Qs Al-Isrâ [17]: 24, “wahfidh lahumâ janâhadz dzulli minar rahmati ….” (Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan….” (Mirqât al-Mafâtîh Syarh Misykât al-Mashâbih, IV/677).

Sedangkan as-Sindi mengatakan, ”Bagianmu dari surga itu tidak dapat sampai kepadamu kecuali dengan keridhaannya, di mana seakan-akan seorang anak itu milik ibunya, sedangkan ibunya adalah tonggak baginya. Bagian dari surga untuk orang tersebut tidak sampai kepadanya kecuali dari arah ibunya tersebut. Hal itu terjadi, karena sesungguhnya segala sesuatu apabila keadaannya berada di bawah kaki seseorang, maka sungguh ia menguasainya di mana ia tidak dapat sampai kepada yang lain kecuali dari arahnya. (Hâsyiyah Sunan an-Nasâi, VI/11)

Dari penjelasan ini, kita pun bisa berkesimpulan bahwa ternyata “masih ada surga di bawah telapak kaki ibu”, dan kita pun bisa meraihnya dengan “berbakti kepadanya”, dengan konsep birrul wâlidain, dengan cara apa pun—yang proporsional—bagi ibu kita, di mana pun dan kapan pun. Termasuk di dalamnya dengan cara, “mengamalkan salah satu nasihat ibu kita untuk bersabar”.

 

Ibda’ bi nafsik!

Penulis (Muhsin Hariyanto) adalah: Dosen Tetap FAI-UM Yogyakarta dan Dosen Tidak Tetap STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Shares
Menandai
aplikasi_suara_muhammadiyah

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg