Tafsir

Larangan Menyembunyikan Hukum Allah

Penggalan ayat selanjutnya وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ الله يَوْمَ القيامة (Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat) menunjukkan bahwa selain siksaan jasmani juga ada siksaan ruhani, karena dengan kemurkaan Allah kepada mereka, sehingga apapun yang mereka keluhkan baik dengan cara memohon ampunan untuk dikasihani, Allah tidak akan mendengarkan dan bahkan mengabaikan permohonan tersebut. Ketidak-inginan seseorang untuk berbicara kepada orang lain -secara kebiasaan- menunjukkan adanya kemarahan, karena berbicara kepada seseorang merupakan simbol keharmonisan hubungan, sebaliknya, keengganan seseorang untuk berbicara juga menunjukkan adanya kemarahan dan kemurkaan. Hal ini ditandai dengan firman Allah selanjutnya: وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (Allah tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih) yang bermakna bahwa Allah tidak akan membersihkan mereka (menghapus) dari dosa-dosa yang mereka kerjakan, bahkan meraka tidak akan dibersihkan dari kesalahan dan kesesatan di dunia dan mereka telah disediakan siksaan yang sangat pedih nanti di hari Kemudian.

Kelompok ayat ini ditutup dengan ungkapan ketakjuban dan keheranan. Allah swt berfirman: فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ (Maka alangkah bersabarnya mereka menghadapi api neraka). Ayat ini menggambarkan keanehan (ketakjuban). Bagaimana tidak? Mereka bisa membeli kesesatan dan membayarnya dengan petunjuk dari Allah swt, mereka mengambil kesenangan yang bersifat sementara dan mengabaikan kesenangan yang abadi. Ungkapan ketakjuban di atas dapat bermakna: Alangkah beraninya mereka menentang api neraka. Perbuatan kalian menghantarkan kepada murka Allah, apakah kalian bisa bersabar dengan siksaan di neraka? Sungguh kalian sangat berani bila tidak gentar menghadapi siksaan yang diancamkan oleh Allah di neraka.

Pada ayat 176 ini Allah swt ingin menjelaskan kenapa mereka berhak untuk disiksa. Penyebabnya tidak lain karena mereka dengan sengaja disertai niat yang jelek untuk melanggar larangan Allah swt. Ayat tersebut sekan-akan menegaskan kepada mereka bahwa memang siksaan itulah yang pantas bagi kalian karena Allah telah menurunkan kepada kalian kitab Taurat yang di dalamnya telah dimuat tidak hanya ketentuan-ketentuan Allah, tapi juga dijelaskan akan diutusnya Nabi Muhammad saw, namun semua itu oleh mereka disembunyikan, bahkan mereka secara sengaja melakukan penyimpangan dan pentakwilan yang salah dengan tujuan hanya ingin mencapai ketamakan duniawi semata, sementara melupakan petunjuk Allah yang menjadi kunci semua kebahagiaan.

2 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *