24 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Ketua PWM Sumbar Imbau PDM Hingga Ranting dan Sekolah Hidupkan Hizbul Wathan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

Padang — Seluruh Pimpinan daerah hingga ranting, mulai perguruan tinggi sampai ke SD Muhammadiyah Sumbar, agar menghidupkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Ranah Minang, karena melalui gerakan ini terbukti berhasil mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Katanya, sesuai sejarahnya Hizbul Wathan secara harfiah bermakna pembela tanah air. Hizbul Wathan adalah kelompok kepanduan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Dalam sejarahnya, menurut Ensiklopedi Islam, nama Hizbul Wathan mulanya adalah nama madrasah yang didirikan KH Mas Mansur di Surabaya pada 1916.

Muhammadiyah lantas memakai nama tersebut sebagai nama kepanduannya yang didirikan di Yogyakarta pada 1918. Awalnya, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan pada 1916 berkunjung ke Solo untuk mengisi pengajian sidik, amanah, fatanah, tabligh (SAFT). Di Kota Pahlawan itu, Kiai Dahlan melihat anak-anak muda Javanche Padvinder Prganisatie (JPO) sedang latihan baris-berbaris. Hal inilah yang menginspirasi KH Ahmad Dahlan dengan mendirikan Hizbul Wathan hingga sekarang.

“Sebagai Ketua PW Muhammadiyah, saya himbau pimpinan daerah hingga ranting, perguruan tinggi dan sekolah Muhammadiyah dan ortom untuk menghidupkan lagi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Drs Shofwan Karim Elha usai serah terima jabatan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar.

Jika tak ada halangan PWM Sumbar akan menggelar apel HW terbesar di Sumatera Barat yang merupakan rangkaian acara pengukuhan dan pelantikan PWM Sumbar, PWA dan PWPM Sumbar yang akan digelar serentak di Kota Padang. 

Sementara itu, Ketua Kwartil Wilayah Gerakan Kepanduana HW Sumbar, Drs H. Apris mengatakan Gerakan kepanduan Hizbul Wathan adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak dibidang kepanduan.

Menurutnya, sejak berdirinya di tahun 1918, Hizbul Wathan HW juga telah melahirkan kader-kader bangsa, baik yang berkiprah di Muhamadiyah maupun di berbagai profesi. “Alhamdulilah 19 Kwarda di 19kab/kota sudah terbentuk, tinggal lagi memeperkenalkan HW kepada generasi muda khususnya pelajar,” ujarnya. (rahmat) 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles