28.1 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Muhammadiyah Sumbar : LGBT Adalah Penyakit Bukan HAM

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

FGM Purworejo Rancang Kemajuan Bidang Pendidikan

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi dan Bincang Pendidikan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom SMP...

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di Karanganyar

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang...

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...
- Advertisement -

PADANG — Kemunculan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) beredar di dunia maya mengguncang perhatian dari sejumlah kalangan, termasuk juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Dr. Drs Shofwan Karim Elha,MA, mengatakan LGBT itu haram dan bertentangan dengan ajaran Islam. “LGBT tidak ada kaitannya dengan HAM melainkan sebuah penyakit bawaan sejak kecil dan sudah menjadi kebiasaan mereka,” tegas Shofwan Karim di gedung dakwah Muhammadiyah Sumbar.

Maka itu pendidikan agama mutlak harus diberikan kepada anak sebagai penangkal perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) itu. LGBT merupakan persolan serius yang tidak bisa didiamkan begitu saja perlu ada upaya pembinaan secara kontinue agar mereka kembali ke fitrahnya.

Menurutnya, fenomena LGBT merupakan pertanda bahwa kebebasan hak asasi manusia (HAM) dan gaya hidup liberal-sekular mulai merasuki dunia pendidikan.

“Apalagi jika lesbian dan gay itu telah menjadi gerakan sosial yang dikonstruksi dalih hak asasi manusia,” katanya.

Saat ini penyebaran faham lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sudah menyasar ke anak-anak melalui komik. Tujuannya merusak cara berfikir anak agar mengikuti LGBT. Bahkan juga menyebar melalui pakaian GAP yang artinya “Gay Of Proud” (saya bangga gay,red).

Anak-anak dicekoki dengan faham LGBT dengan sebuah komik berjudul “Why? Puberty Pubertas” penerbit Elex Media.

Dia mengajak mubaligh dan kader Muhammadiyah agar mengembalikan para pengikut LGBT ini ke fitrahnya, dimana lelaki menyatu perempuan dalam suatu ikatan pernikahan, bukan perempuan menikah dengan perempuan atau laki-laki dengan laki-laki.

“Jangan dihina, jangan diolok-olok apalagi diperangi kembalikan mereka ke fitrahnya,” tutupnya. (nur-ed.nisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles