Deradikalisasi Perlu Sentuh Ranah Afektif Dan Psikomotorik

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Dalam Tubuh TNI-Polri Ada Jiwa Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi turut menhadiri silaturahim secara virtual bersama jajaran pejabat...

Memahami Pandemi Corona dengan Jurnalisme Data

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Segala hal terkait Pandemi Covid-19 menjadi suguhan setiap hari khalayak. Informasi yang bertebaran menyuguhkan ketidakpastian bagi pembacanya. Maka...

Muhammadiyah Perbolehkan Shalat Jum’at dengan Syarat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Melihat terus terjadinya fluktuasi kasus Covid-19 di Tanah Air, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MCCC kembali mengeluarkan tuntunan dan...

Pembukaan Kembali Masjid, Takmir Perlu Keputusan Rasional Bukan Emosional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam hal pencegahan Covid-19 meski diperbolehkan untuk melaksanakan sholat...

Muhammadiyah dan Satgas Lawan Covid -19 DPR Sepakat Memberdayakan UMKM

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI, dibawah komando Sufmi Dasco Ahmad. Rombongan...
- Advertisement -

BANTAENG — Upaya pemahaman nilai-nilai inklusif dan antikekerasan di sekolah  perlu menyentuh ranah afektif dan psikomotorik. Hal ini disampaikan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman, PhD  dalam Seminar Nasional  yang diselenggarakan Pimpinan Cabang  (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (3/2/16).

Selama ini, menurut Alpha, pendidikan kewarganegaraan maupun pendidikan agama hanya menyentuh ranah kognitif aja. Akibatnya, kurang ada internalisasi pada diri peserta didik. “Karena yang dikejar sebatas hanya nilai dan kelulusan saja,” ujar Alpha pada seminar nasional “Melokalisasikan Gelombang Kebudayaan MEA, Andil Pendidik Mentransformasikan Generasi Terdidik Berjiwa Nasionalis dan Patriotis”.

Seminar nasional tersebut mengiringi acara pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng yang langsung disaksikan oleh Bupati Bantaeng Prof Dr Nurdin Abdullah. Alpha juga mengatakan bahwa Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia.

Islam, menurut Direktur Eksekutif Centre for Dialogue and Cooperation among Civlisations (CDCC) ini, juga menjunjung  tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi. Islam juga menggelorakan misi antiperang, antiterorisme, antikekerasan,antipenindasan, antiketerbelakangan. Islam anti terhadap segala bentuk perusakan di atas muka bumi seperti korupsi, penyalahgunaankekuasaan, kejahatan kemausiaan, eksploitasi alam, serta berbagai kemungkaran yang menghancurkan kehidupan. (le)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -