UMM-AS Perluas Skema Kerjasama

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...

Bantu Pemerintah, Muhammadiyah Pinrang Bentuk Tim MCCC

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim tersebut dibentuk dalam rangka...

Ikhtiar 35 Rumah Sakit Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Rawat Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir satu bulan melaksanakan tugas penunjukan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) tempat perawatan pasien Covid-19, secara...

Diskusi Online 9 PCIM: Belajar Penanganan Corona dari Berbagai Negara

TAICHUNG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan menginisiasi web-seminar (Webinar) antar PCIM dari berbagai negara. Webinar ini digelar dalam rangka membahas penanganan...
- Advertisement -

Malang–Lawatan presiden United States-Asia International Educational Exchanges, Stanley Harsha dan ketua Program Pascasarjana (the graduate dean) University of North Carolina at Greensboro (UNCG) Amerika Serikat (AS) Dr William R Wiener ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (29/3), semakin memperluas skema kerjasama UMM dengan AS.

Sebelumnya, UMM setiap tahunnya menjadi host Pre­Sevice Training (PST) bagi relawan AS yang tergabung dalam Peace Corp. Para relawan itu merupakan duta perdamaian yang menyebar ke berbagai pelosok kampung di Jawa Timur dan Jawa Barat. UMM juga telah memiliki American Corner sejak 2004 sebagai pusat pembelajaran, riset, informasi beasiswa, serta fasilitator kerjasama dengan pihak berwenang Amerika di Indonesia.

Menurut staf International Relations Office (IRO) UMM Dr Rinjani Bonavidi MEd, dengan kedatangan dua tokoh tersebut,  UMM akan memperluas lingkup kerjasama dengan serangkaian program. Diantaranya riset akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, kredit transfer, home stay program, dan learning express (LEx).

Kedepan, UMM akan semakin memperbanyak program kerjasama dengan AS. Salah satunya agar mahasiswa UMM bisa kuliah di UNCG. “Begitu juga untuk pengajar di UMM, mereka dapat mengajar di AS selama beberapa waktu untuk menambah pengalaman mengajar di luar negeri”, ujar Rinjani.

Selain untuk memperkuat kemitraan akademik, kehadiran Stanley dan William sekaligus memberikan kuliah tamu bagi bagi mahasiswa UMM. Pada sesi kuliah tamu, Stanley menyampaikan tentang kehidupan, suasana perkuliahan, serta tips dan trik agar bisa kuliah di AS. Stanley yakin mahasiswa UMM bisa bersaing karena kampus ini dinilainya memiliki tradisi akademiki yang sangat kuat.

Pertengahan April mendatang, Stanley direncanakan akan kembali mengunjungi UMM untuk membedah bukunya berjudul “Like the Moon and the Sun” yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Sementara itu William mengaku gembira terkait kerjasama kedua pihak. Apalagi, UMM dinilainya sangat kooperatif dalam bekerjasama. Rencananya, selepas kembali ke AS, Willian akan membahas hasil kesepakatan ini dengan pihak UNCG agar mewujudkannya dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). (Humas UMM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles