22.1 C
Yogyakarta
Minggu, Agustus 9, 2020

Menyikapi Monoloyalitas

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Inilah Rekam Jejak Prof Ambo Asse, Rektor Baru Unismuh Makassar

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kini memiliki nakhoda baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Prof Dr H Ambo Asse,...

Prof Ambo Asse Dilantik Jadi Rektor Unismuh, AMM Siap Berikan Dukungan Penuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Jika tak ada aral melintang, Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. akan dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh)...

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Lepas Pengabdian Thalabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengabdian merupakan salah satu dari Tri Dharma pergururan tinggi. Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM)...

Berita Hoax Covid-19 Lebih Cepat Menjangkiti Dibanding Virusnya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sudah beberapa kali ini berita hoax terkait Covid-19 terus bermunculan dan meresahkan masyarakat luas. Berita hoax Covid-19 justru...

Salurkan KUR Syariah, Menko Perekonomian Dukung UMKM Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak dari Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri menghantam semua sendi dan aspek kehidupan masyarakat, semua lapisan tanpa pandang...
- Advertisement -

Ketika Amir Mahmud menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, beliau mengeluarkan kebijakan monoloyalitas. Kebijakan itu mengharuskan semua pegawai negeri dan pegawai perusahaan negara harus menjadi anggota Korpri dan dilarang menjadi anggota organisasi yang lain, termasuk Muhammadiyah.

Karena kebijakan itu, banyak pengurus Muhammadiyah yang berasal dari pegawai negeri yang mengundurkan diri dari kepengurusan Muhammadiyah, sehingga di berbagai tempat aktifitas Muhammadiyah menyusut, bahkan ada daerah yang karena semua pengurusnya berasal dari pegawai negeri, aktifitas Muhammadiyah mati sama sekali.

Karena itu PP Muhammadiyah menugasi Pak AR untuk menemui Menteri Dalam Negeri, Amir Mahmud untuk meminta dispensasi. Ternyata Amir Mahmud orangnya  sangat keras dan tidak menyetujui permohonan Muhammadiyah. Meskipun demikian Pak AR masih berusaha menawar.

Kata Pak AR ; “Baiklah Pak Amir, kalau memang terpaksa anggota Muhammadiyah  yang menjadi pegawai negeri harus mengundurkan diri, saya mohon bekas anggota-anggota Muhammadiyah itu diperbolehkan meng-adakan pengajian”.

“Oo, kalau itu tidak ada masalah. Kalau mereka mau mengadakan pengajian malah saya bantu” kata Amir Mahmud.

“Betul?” tanya Pak AR.

“Betul. Saya ini perwira, jadi tidak akan bohong” kata beliau.

“Kalau begitu saya pamit dan terima kasih” kata pak AR.

Setelah itu  Pak AR berkeliling ke daerah-daerah menghubungi PDM-PDM, supaya mereka yang menjadi pegawai negeri sama menyelenggarakan pengajian di kantornya masing-masing.  Jadilah di berbagai kantor dan perusahaan bermunculan pengajian.

- Advertisement -

4 KOMENTAR

  1. negosiator ulung.
    tdk jadi pengurus muhamadiyah tdk apa2, tetapi mereka bisa aktif mengembangkan muhaammadiyah lewat pengajian2

  2. Inilah Muhammadiyah yang inspiratif , dari dulu sampai sekarang terus berupaya membawa ummat Islam untuk berkemajuan …. Muhammadiyah gudangnya Problem Solving bukan seperti yang lain yang hanya jadi Problem Maker …… Lanjutkan …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles