Hardiknas 2016, Ketua PWM Sumbar Ajak Semua Pihak Terlibat dalam Pendidikan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Wakil Rektor UM Jember: Perkuat SDM dan IT Hadapi New Normal

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Indonesia tengah menuju kenormalan baru atau New Normal. Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember), Drs Akhmad...

RSI Cempaka Putih Terima APD dari PDIP DKI Jakarta

Sebagai bentuk gotong royong dalam menanggulangi wabah Covid-19, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta memberikan bantuan Alat Pelindung Diri...

Ditengah Pandemi, Lazismu Lamongan tetap Salurkan Beasiswa dan Bantuan Kesehatan

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Ditengah upaya berbagai pihak untuk bersama sama bersatu melawan virus Corona, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah...

Tim Medis Menjadi Perhatian MCCC Sumut

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Covid19 Command Center (MCCC) Sumatera Utara menyerahkan santunan untuk tim medis di Medan. Santunan diberikan kepada tim...

UNMUHA Berhasil Menjadi PTS Terbaik Se-Aceh

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Pemeringkatan 4 International Colleges and Universities (4ICU) menempatkan Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) diposisi 1 Universitas Swasta terbaik...
- Advertisement -

PADANG -Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. Shofwan Karim Elha menjadi pembina upacara dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Shofwan karim berpesan agar semua pihak bergerak basama untuk pendidikan Sumbar.

Upacara Peringatan Hardiknas 2016 berlangsung di halaman perguruan Pendidikan SMP Muhammadiyah 3 Padang, Padang, pada Senin, (2/5/2015). Upacara diikuti 500 orang siswa SMP Muhammadiyah 3 Padang, Madrasah Tsanawiyah dan siswa SMA Muhammadiyah 2 Padang, pegawai, guru, serta tamu undangan.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. Shofwan Karim Elha,MA yang bertindak sebagai pembina upacara memakai setelan Hizbul Wathan. Shofwan Karim mengajak semua elemen masyarakat Sumatera Barat khususnya warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam pendidikan.

“Ada tiga misi utama Muhammadiyah yaitu amal makruf nahi mungkar, tajdid dan penerapan teologi Al-Maun dalam berbagai bidang salah satunya bidang pendidikan, Muhammadiyah fokus dalam mencerdaskan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya.

Menurutnya, usaha mencerdaskan bangsa melalui pendidikan yang dirintis oleh Kiyai Dahlan dengan membina akhlaq dan aqidah umat dari bidah, tahayyul dan kurafat yang dampaknya kita rasakan hingga sekarang. Pendidikan itu bertujuan untuk membangun peradaban, jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah berbuat untuk pendidikan dengan mendirikan amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

“Jadi prinsipnya, pendidikan bagi Muhammadiyah adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk manusia berkarakter dan membentuk kader persyarikatan yang kuat, cerdas, tangguh dan profesional,” katanya.

Tambahnya, dalam penerapan teologi Al-Maun itu juga kita dianjurkan untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah, lemah pendidikannya, lemah akhlaq dan lemah agamanya, makanya di situ letaknya peranan Muhammadiyah bersama pemerintah dalam usaha mencerdaskan bangsa. (RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -