22.3 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

AUM Kesehatan sebagai Media Dakwah Persyarikatan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Inovasi Mahasiswa FT UM Magelang, Ciptakan Cetakan Gula Jawa Ergonomis

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 tidaklah menghalangi kreativitas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang. Terbukti mereka mampu membuat sebuah terobosan teknologi...

Download Logo Milad IPM ke-59

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ikatan Pelajar Muhammadiyah memperingati Milad ke-59 pada tanggal 18 Juli 2020. Pimpinan Pusat IPM telah...

Bantuan FKIP Unismuh untuk Masyarakat Terdampak Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten...

Kolaborasi dengan BEM, FAI UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan donasi kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.  Wakil Dekan II...

Nelayan Aceh, Pahlawan Kemanusiaan

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Dunia kembali dihebohkan dengan peristiwa para nelayan yang membantu para pengungsi ditengah lautan bebas. Kejadian ini terjadi pada...
- Advertisement -

YOGYAKARTA.suaramuhammadiyah.id-Persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan sebagai sarana untuk menyuburkan dakwah amar makruf nahi mungkar atau dakwah pada keadilan dan meruntuhkan kezaliman. Berangkat dari asas ini, maka keseluruhan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar dalam berbagai bidang harus tetap berada pada jalur yang dicita-citakan. Termasuk AUM kesehatan di bawah Majelis Pelayanan Kesehatan Umum (MPKU) yang telah berjumlah 105 Rumah Sakit dan 350 klinik.

Tak hanya dari sisi jumlah bangunan fisik, Muhammadiyah dalam bidang kesehatan telah memiliki banyak konstribusi dan masih menyimpan banyak potensi. Setiap tahun, ada lebih dari 600 dokter lulusan dari sepuluh fakultas kedokteran yang dimiliki Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah. Namun, potensi itu belum teroptimalkan dengan baik. Bahkan dalam banyak kasus, klinik-klinik kesehatan yang dikelola oleh Muhammadiyah masih kekurangan tenaga dokter.

“Mari sekarang semua ikut memikirkan, AUM sebagai garda depan. Terutama di lapangan banyak masalah. Banyak teman-teman lain yang masuk ke AUM,” ungkap Agus S Dunda, wakil MPKU PP Muhammadiyah dalam sesi Sinergi Implementasi Perkaderan di Amal Usaha Kesehatan, acara Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di gedung AR Fakhruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (11/6/2016).

Menurut Agus, karena sejak awal Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) dan klinik dimaksudkan dikelola dengan nilai-nilai luhur yang dipahami Muhammadiyah, maka harus ada perkaderan bagi para pengelola RSMA/Klinik. “Ini harus dijadikan actus ethic para kader-kader Muhammadiyah dalam bermuhammadiyah. Dalam AUM, komitmen dalam bermuhammadiyah harus ditegakkan.  Menjadi pegawai AUM otomatis berideologi Muhammadiyah,” tuturnya.

Bagi Agus S Dunda, permasalahan adanya pihak luar Muhammadiyah yang bekerja di AUM Kesehatan Muhammadiyah dan kemudian tidak sejalan dengan cita-cita dakwah Muhammadiyah karena persoalan perkaderan bagi pengelola kesehatan. “Jika secara ideologis tidak tuntas, maka akan jadi problem. Meskipun bukan dari kader resmi Muhammadiyah. Minimal suka dengan Muhammadiyah. Kalau tidak suka bagaimana bisa memajukan Muhammadiyah,” katanya kepada seluruh peserta pengajian dari seluruh propinsi dan Majelis serta Lembaga PP Muhammadiyah (Ribas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles