25.1 C
Yogyakarta
Sabtu, September 19, 2020

Fiqih Kiai Dahlan Vs Fiqih Muhammadiyah?

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Komisioner KPU Pusat Pramono Tanthowi Positif Covid-19

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi positif Covid-19 setelah menjalani tes usap (swab)....

Wejangan Ketua PDM Gunung Kidul dalam Pembinaan Ideologi Muhammadiyah

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul melakukan Pembinaan Ideologi Muhammadiyah di PCM Girisubo. Drs. H. Sadmonodadi, MA. Ketua PDM...

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di...

Kolaborasi HW Masa Pandemi Latgab Virtual

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Pandu Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro sungguh mapan. Jumat, 18 September 2020 di Laboratorium komputer MAM 8...

Deklarasi Millenial Peserta Masta IMM UMP Bersama Berbagai Tokoh

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan...
- Advertisement -

COVER SM 05-2014

Entah karena apa, lima sampai delapan tahun terakhir ini banyak yang mempermasalahkan “fiqih Muhammadiyah” yang katanya “menyelisihi” kitab fiqih karya Kiai Dahlan.

Baca: Fiqih Ahmad Dahlan Dan Tarjih

Bagi orang Muhammadiyah yang biasa berpikir a-la Muhammadiyah pasti tidak akan risau dengan gugatan seperti itu. Karena Kiai Dahlan sendiri memang tidak menghendaki semua produk pemikirannya dirujuk secara total. Sebagaimana umat Islam meperlakukan Nabi Muhammad.

Baca: KHA Dahlan Memilih Langkah Evolusi

Kalau kita membaca Himpunan Putusan Tarjih (HPT) jelas terlihat jejak-jejak perubahan fiqih Muhammadiyah. Misalnya Qunut subuh dulu dipakai kemudian direvisi demikian juga dengan ru’yah untuk menentukan awal bulan hijriyah. Perubahan itu disikapi biasa-biasa saja. Memang dalam munas tarjih sering diwarnai perdebatan yang a lot namun setelah cukup beradu argument sampai ada kesepakatan dan kesepahaman. Masalah yang diperdebatkan itu selesai juga.

Baca: Keputusan Tarjih Harus Relevan dengan Persoalan Mutakhir

Namun, bagi orang non-Muhammadiyah apalagi yang terbiasa dengan cara pikir “Gurulku adalah rujukan finalku” perubahan-perubahan fiqih seperti yang berlaku di Muhammadiyah itu dianggap aneh bahkan bisa dianggap sebagai bentuk pendurhakaan pada ajaran guru.

Baca: Memahami Pemikiran dan Langkah Ahmad Dahlan  Baca juga: Dialog Prof Dr H Syamsul Anwar MA: Fiqih Muhammadiyah Seperti Fiqih Pada Umumnya

Pada tahun 2014 Majalah Suara Muhammadiyah edisi 1-15 maret (nomor 05) telah mengulas masalah tersebut. Di edisi tersebut juga banyak artikel yang terkait dengan hal itu. Oleh karena itu bagi warga Muhammadiyah sebenarnya tidak perlu gumun apalagi kaget apabila ada yang mengatakan Fiqih Kiai Dahlan itu berbeda dengan Fiqih Muhammadiyah yang sekarang (mjr8)

- Advertisement -

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles