24.5 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

KH Mas Ahmad Subadar, Kyai Karismatik dari Pasuruan Meninggal Dunia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Panen Semangka Perdana Giat Tani PRM Tosaren di Masa Pandemi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ranting Muhammadiyah Tosaren Cabang Srumbung Magelang Jawa Tengah, selama masa pandemi melakukan kegiatan bertani. Lahan yang dimanfaatkan adalah...

Salurkan Sejuta Liter Air, Lazismu Kretek Bantu Warga Terdampak Kemarau

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ahad, 19 September 2020, PCM, PRM, dan KOKAM di Kretek yang tergabung dalam LAZISMU Kretek menyalurkan 200 tangki...

Diskusi DPD IMM Kalsel Rumuskan Banua Berkemajuan

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan (19/09) Menggelar Konferensi Meja Bundar (KMB) Banua Berkemajuan...

Wisuda UM Cirebon, Haedar Nashir: Beri Manfaat untuk Masyarakat

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar wisuda beserta pelantikan profesi ners tahun 2019/2020 secara daring, Sabtu (19/9).

Penghijauan Langkat, Pemkot Dukung IPM Medan Tanam Ribuan Pohon

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melepas rombongan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota...
- Advertisement -

PASURUAN, suaramuhammadiyah.id,- Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka dari keluarga besar Nahdatul Ulama (NU) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KH Mas Ahmad Subadar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Besuk, Pasuruan, Jawa Timur  meninggal dunia,

KH Mas Ahmad Subadar meninggal Sabtu pukul  19.41 WIB di rumah duka  Desa Besuk Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruam. Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Darmo Surabaya dan Sabtu Sore dibawa pulang dari Rumah Sakit.

KH Mas Ahnad  Subadar adalah salah seorang Rais Syuriah Pengurus  Besar (PB) NU.  Ia juga Wakil Ketua Majelis Syariah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.  KH. Mas  Ahmad Subadar merupakan sosok kyai kharismatik yang sangat dikenal di kalangan jam’iyyah Nadliyin. Beliau sering ditunjuk sebagai juru bicara dalam forum besar para kyai.

KH Mas Ahmad Subadar  lahir pada 1942 di sebuah desa Besuk, Kejayan, Pasuruan dari pasangan KH Subadar dan Hj. Maimunah. Pada usia 3 bulan (1942), ia telah yatim karena ditinggal wafat ayahanda, KH Subadar. Selanjutnya diasuh oleh ibundanya Hj Maimunah secara mandiri dan berguru di beberapa pesantren sebelum mengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum  (le).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles