30.6 C
Yogyakarta
Rabu, September 23, 2020

Menteri Kesehatan: Investasi Kesehatan Perempuan Harus Ditingkatkan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Unismuh Persiapkan Pendirian Program S3 Ilmu Pendidikan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Satu lagi langkah inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam upaya mencapai kampus terkemuka dan unggul. Penghujung...

Tiga Ilmu Menjadi Pribadi Terbaik Menurut Rektor UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Masa orientasi studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah dikemas...

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah, Ikuti Koridor Organisasi

Muhammadiyah itu organisasi besar yang berdiri tegak di atas sistem, dengan amal usaha dan jaringan yang luas. Kekuatan Muhammadiyah berada dalam sistem,...

MIM Kenteng Gunakan Media Pembelajaran Berbasis Dakwah Budaya

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Menciptakan madrasah berbudaya sesuai dengan visi MI Muhammadiyah Kenteng. Dimuai dari para pendidiknya sebagai dasar penguatan madrasah...

Haji Muharram: Tokoh Muhammadiyah – Bupati Berau Meninggal Dunia

BERAU, Suara Muhammadiyah -  Innalillahi wa innailaihi rajiun, kabar duka dari keluarga besar Muhammadiyah Berau, Kalimantan Timur, Bupati Berau yang juga tokoh...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id– Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof Dr dr Nila Djuwita Farid Moeloek Sp M (K) menyatakan bahwa bangsa Indonesia perlu untuk melakukan investasi pada kaum perempuan dalam rangka membangun daya saing bangsa. Khususnya dalam bidang kesehatan dan kesetaraan yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.

“Status kesehatan ibu dan anak belum membaik secara signifikan dan masih ada ketimpangan yang lebar,” katanya dalam acara pembukaan Konferensi Nasional “Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia Berkemajuan” di Ruang Prof Baroroh Baried UNISA, Yogyakarta, Rabu (3/8).

DSCF1404

Menteri Nila mengharapkan segenap elemen perempuan bangsa untuk saling membantu dalam menghadapi bonus demografi. Dalam hal ini membentuk generasi bangsa yang produktif. “Yang produktif bantu yang tidak produktif,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika menghadapi bonus demografi maka bangsa Indonesia perlu untuk menyediakan banyak manusia berkualitas. Bonus demografi baru benar-benar berguna bagi bangsa dan menjadi bonus ketika segenap elemen generasi muda memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni. Jika tidak, bonus demografi justru akan menjadi beban dan menimbulkan bencana sosial yang dahsyat. “Jika jumlah manusia berkualitas tidak cukup maka akan menjadi disaster, bahaya bagi kita,” tutur Nila.

Salah satu kendala dalam membentuk manusia produktif, menurut Nila adalah dalam bidang kesehatan. Menurutnya, kondisi kesehatan yang tidak optimal atau berpenyakit akan menimbulkan masalah dan justru menggerogoti anggaran negara, yang semestinya  bisa digunakan untuk hal-hal yang produktif. Salah satunya sebut Nila adalah penyakit cacingan. “Kita masih melihat masih ada cacingan di negara yang sudah 71 tahun merdeka,” ujar Nila Moeloek. Penyakit lainnya yang masih menjadi masalah bersama, sebut Nila, terkait dengan penyakit yang diakibatkan oleh rokok, paru-paru, HIV/AIDS, dan hepatitis.

Menghadapi semua itu, Nila mengajak semua elemen bangsa  untuk saling bersinergi. Tugas itu menurut Nila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga elemen masyarakat madani semisal Nasyiatul Aisyiyah, yang sejak awal konsen dalam hal pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan (Ribas/Nisa).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles