Cara Allah Menolong Pak AR

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...

Bantu Pemerintah, Muhammadiyah Pinrang Bentuk Tim MCCC

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim tersebut dibentuk dalam rangka...

Ikhtiar 35 Rumah Sakit Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Rawat Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir satu bulan melaksanakan tugas penunjukan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) tempat perawatan pasien Covid-19, secara...
- Advertisement -

SUARA MUHAMMADIYAH, Kejadiannya di sekitar tahun 1985. Waktu itu Pak AR diundang oleh PWM Jawa Tengah  untuk sebuah pertemuan di komplek RS  PKU Roemani. Pak AR ke Semarang  mengajak penulis dan Arief Hidayat (cucu Pak AR ) dengan mobil PP Muhammadiyah yang dikemudikan oleh Saudara Rusman. Ceramah dan pertemuan berjalan sampai kira-kira jam 23.00.

Selesai pertemuan terus pamit pulang. Kebetulan jalan agak gerimis, sehingga jalan agak licin. Menjelang kota Secang, di jalan yang menurun mobil sulit dikendalikan dan Saudara Rusman sudah panik sambil berteriak; “Lho, lho. Piye iki, piye iki” Mobil tetap melaju seperti oleng. Sampai di tempat agak bawah  tinggal kira-kira satu meter dengan tukulan klungsu (pohon asem), tiba-tiba mobil membalik 180 derajat menghadap ke utara dan berhenti.

Mobil terus dibawa minggir dan di belakang ada mobil berhenti sambil bertanya “Gimana Mas?, Saya lihat dari belakang mobilnya kok oleng dan tidak terkendali?“ Kata para penumpang mobil tadi sambil turun dari kendaraan. “Tidak apa-apa to mas. Mobilnya bisa jalan?” Tanya mereka.  “Alhamdulillah selamat, terima kasih” kata saya.

Kata Pak AR, “Minggir dulu. Cari kopi” Kita pun berhenti di warung kopi istirahat, minum kopi sambil mengurangi deg-degan. Setelah istirahat sebentar pelan-pelan meneruskan perjalanan ke Yogya dan alhamdulillah selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles