Saling Memaafkan Harus Menjadi Tradisi Tidak Hanya di Idul Fitri

KENDAL, suaramuhammadiyah.id– Pelantikan Ketua Majelis/Lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal Periode 2015/2020 dan Silaturahmi Guru dan Karyawan Perguruan Muhammadiyah Se-Kabupaten Kendal dilaksanakan pada hari Ahad, 7 Agustus 2016 yang bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal.

Sebelum kegiatan dimulai, para tamu undangan dihibur oleh group rebana dari SMP Muhammadiyah 2 Boja. Mereka menampilkan beberapa lagu dengan iringan musik yang khas.

Acara Pelantikan dan silaturahmi tersebut dimulai sekitar jam 08.30 wib. Selain dihadiri oleh Guru dan Karyawan Perguruan Muhammadiyah Se-Kabupaten Kendal, kegiatan ini juga dihadiri oleh staf Bupati Kendal yang mewakili Bupati, POLRES Kendal, KODIM 0715 Kendal, Kabag Kesra Kabupaten Kendal, dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kendal. Dengan diikuti lebih dari 800 peserta, acara ini terlaksana dengan sangat meriah.  Acara ini juga diamankan oleh jajaran KOKAM Markas Daerah Kendal

Dalam acara ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, H Muslim Rahmadi melantik 20 Majelis/Lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal Periode 2015/2020 dengan beranggotakan 198 personil. Prosesi pelantikan berjalan dengan hikmad, dan penuh tanggung jawab ketika mengucapkan janji pimpinan.

Acara tersebut dilanjutkan dengan kegiatan pengajian yang disampaikan oleh ustadz Lasono Nurhadi dari Solo. Dalam kesempatan ini penceramah mengatakan bahwa dibalik semangat perjuangan Bapak-bapak pimpinan terdapat Ibu-ibu hebat yang selalu mendukung perjuangan dan selalu sabar walaupun sering ditinggal dalam urusan perjuangan.

Lasono juga menyampaikan tentang hikmah puasa ramadhan, bahwa seorang muslim haruslah mengalami perubahan antara sebelum puasa dengan setelahnya. Tentunya perubahan tersebut adalah perubahan menuju kebaikan. Diibarakan seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu, saat masih menjadi ulat dirinya dijauhi dan banyak merusak, namun setelah berubah menjadi kupu-kupu dirinya sangat menarik, disukai dan bermanfaat bagi yang lain.

Tradisi saling memaafkan tersebut harusnya tidak hanya ketika idul fitri, namun menjadi keseharian. “Kita  juga harus menjadi manusia yang mudah memaafkan kesalahan orang lain dan segara bertaubat apabila melakukan kesalahan / berbuat dholim,” ungkapnya.

Selain itu Ustadz Lasono juga memberikan nasihat kepada para guru yang hadir, menjadi guru haruslah ikhlas dalam mengajarkan ilmunya kepada murid, jadilah guru yang disukai oleh muridnya dan tidak mudah marah. Agar ilmunya dapat terserap oleh murid dengan maksimal dan dapat menjadikan muridnya pintar dan berkelakuan benar (Irul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here