22.1 C
Yogyakarta
Minggu, Agustus 9, 2020

Kevin Fogg: Ormas Islam Indonesia Punya Karakteristik yang Unik

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Inilah Rekam Jejak Prof Ambo Asse, Rektor Baru Unismuh Makassar

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kini memiliki nakhoda baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Prof Dr H Ambo Asse,...

Prof Ambo Asse Dilantik Jadi Rektor Unismuh, AMM Siap Berikan Dukungan Penuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Jika tak ada aral melintang, Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. akan dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh)...

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Lepas Pengabdian Thalabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengabdian merupakan salah satu dari Tri Dharma pergururan tinggi. Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM)...

Berita Hoax Covid-19 Lebih Cepat Menjangkiti Dibanding Virusnya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sudah beberapa kali ini berita hoax terkait Covid-19 terus bermunculan dan meresahkan masyarakat luas. Berita hoax Covid-19 justru...

Salurkan KUR Syariah, Menko Perekonomian Dukung UMKM Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak dari Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri menghantam semua sendi dan aspek kehidupan masyarakat, semua lapisan tanpa pandang...
- Advertisement -

YOGYAKARTA. suaramuhammadiyah.id-Dalam konteks internasional, Kevin Fogg, PhD seorang sejarawan dan peneliti Sejarah Islam Asia Tenggara di Oxford Centre of Islamic Studies, mengatakan bahwa Indonesia memiliki karakteristik Islamic Civil Society Organization atau Ormas Islam yang cukup unik. Bahkan, ormas Islam di Indonesia memiliki peran cukup besar dalam pembentukan negara. Berbeda dengan negara-negara lain, salah satunya Turki yang notabene merupakan negara dengan mayoritas Muslim.

Hal ini diutarakannya saat membuka Seminar on Islamic Studies “Indonesian Islamic Organization in an International Context: What Makes Indonesia Exceptional?” yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UMY, Selasa (23/8).

“Dalam beberapa hal, Islamic Civil Society di Indonesia memiliki keunikan. Mengapa Indonesia bukan negara-negara lain seperti Arab dan Turki? Karena nyatanya memahami Islam di Indonesia tidak bisa dengan mempelajarinya dari negara-negara besar seperti Arab dan Turki,” tuturnya.

Menurut Kevin, ada sejumlah kesamaan ormas Islam di Indonesia dan di beberapa negara-negara dengan mayoritas ataupun minoritas muslim lainnya. Di antaranya bagaimana organisasi Islam di Indonesia dan negara lain juga memiliki sasaran dakwah dan peyebaran paham melalui pendidikan, sosial, masjid, fatwa ataupun bentuk teologi yang multispektrum.

“Akan tetapi, faktor struktural seperti apakah yang membuat Ormas Islam Indonesia spesial atau unik dibandingkan dengan ormas Islam negara lain?” lanjutnya yang juga Dosen Islamic Centre di Fakultas Sejarah Universitas Oxford ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles