smamda
Dinamika persyarikatan

Pesantren Muhammadiyah Harus Mampu Melahirkan Kader Ulama yang Mandiri

MNTERI PENDIDIKN DAN KEBUAYAAN AKAN BUKA RAKOR PESANTREN MUHAMMMADIYAH DI MAKASSAR.docx

SULAWESI SELATAN, suaramuhammadiyah.id-Pesantren Muhammmadiyah harus mampu melahirkan kader ulama yang memiliki kemampuan berdakwah amar maruf nahi munkar serta memiliki kecerdasan dalam membaca tanda tanda zaman serta memiliki kemandirian setelah menyelesaikan  pendidikan di pondok pesantren.

Hal itu dikatakan Ketua Pimpinan WilayahMuhammmadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse  saat membuka Seminar dan Lokakarya Pesantren Berbasis Kemandirian dan Kewirausahaan di Kampus Al Birr Unismuh Makassar, Jl Talasalapan no 158 Makassar, Selasa, 23 Austus 2016. turut hadir dalam acara tersebut Koordinator Majelis Dikdasmen dan LP3 KH Mawardi Pewangi, KH Lukman Abd Samd, Ketua LP3M PWM Sulsel serta 14 Direktur pondok Pesantren Muhammmadiah se-Sulsel.

Ambo Asse, lebih jauh mengatakan bahwa kedepan Muhammmdiyah Sulsel akan lebih konsen dalam peningkatan kualitas produk kelulusan pesantren yang berkemaajuan dan mandiri serta mmiliki kemampuan dalam penguasaan bahasa Arab, Inggis dan kemampuan dalam penguasaan kitab kuning serta kemampuan berirausaha,  sehingga mutu luarnnya nani mampu menjadi ulama yang  memiliki kemampuan dalam berdakwah dan kemampuan dalam dalam berwirausaha. Yang nantinnya diharapkan mampu menjadi Ulama yang mandiri, cerdas dan memiliki kekuatan ekonomi.

Dalam acara tersebut menjadi narasumber masing-masing Misyka Malik Ibrahim, Muhammad Taufan dan Abd.Rahman Rahim, serta sejumlah narasumber lainnya (husni).