Muhadjir: Jangan sampai Anak Yatim menjadi generasi yang hilang

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Quo Vadis Fortasi Daring?

Oleh : Fathin Robbani Sukmana Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga pergi dari Indonesia, beberapa daerah di Indonesia...

Kisah Mahasiswa UMM dalam Tugas Kemanusiaan Relawan Covid-19

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Semenjak mewabahnya COVID-19 di Indonesia, tidak sedikit rumah sakit yang kewalahan baik secara manajemen maupun sarana prasarana dalam...

Kolaborasi MCCC – Aisyiyah Deli Serdang Edukasi Lansia Pencegahan Covid-19

LUBUK PAKAM, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Deli Serdang bersama MCCC Kabupaten Deli Serdang melaksanakan edukasi pencegahan Covid-19 kepada...

Wakil Rektor UM Jember: Perkuat SDM dan IT Hadapi New Normal

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Indonesia tengah menuju kenormalan baru atau New Normal. Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember), Drs Akhmad...

RSI Cempaka Putih Terima APD dari PDIP DKI Jakarta

Sebagai bentuk gotong royong dalam menanggulangi wabah Covid-19, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta memberikan bantuan Alat Pelindung Diri...
- Advertisement -

BENGKULU. suaramuhammadiyah.id-Surat Al-Maun yang pernah jadi “ideologi” Muhammadiyah sangat peduli pada anak yatim. Anak yatim harus dipedulikan karena kalau tanpa mendapatkan perhatian yang layak, mereka akan menjadi generasi yang hilang. Anak orang miskin dan di kemudian hari juga menjadi orang miskin maka itulah  generasi yang hilang. Anak orang miskin yang orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya maka anak itu juga bisa dikategorikan sebagai anak yatim yang harus dibantu. Oleh karena itu, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia sehat, dan juga Kartu Keluarga Sejahtera itu juga sangat Al-Maun.

Hal ini disampaikan oleh Mendikbud Prof Muhadjir Effendy saat memberikan kata sambutan di acara Rakornas LPCR Muhammadiyah di Bengkulu.
Menurut Prof Muhadjir Effendy, juga Muhammadiyah jelas tidak menghendaki hal ini terus terjadi. Karena sebagaimana kita tahu, sejak mula berdirinya, Muhammadiyah sudah akrab dengan kerja-kerja membela anak yatim dan mengentaskan orang miskin. Dan semua kerja kerja seperti itu dapat dikatakan sangat Muhammadiyah.

Bagi orang Muhammadiyah sendiri semua berkomitmen, kalau ada orang Muhammadiyah yang berhak mendapatkan bantuan harus dibantu, kalau ada orang yang bukan Muhammadiyah maka dia juga harus dibantu (is).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -