33 C
Yogyakarta
Sabtu, September 19, 2020

Media sebagai Alat Perubahan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Wejangan Ketua PDM Gunung Kidul dalam Pembinaan Ideologi Muhammadiyah

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul melakukan Pembinaan Ideologi Muhammadiyah di PCM Girisubo. Drs. H. Sadmonodadi, MA. Ketua PDM...

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di...

Kolaborasi HW Masa Pandemi Latgab Virtual

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Pandu Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro sungguh mapan. Jumat, 18 September 2020 di Laboratorium komputer MAM 8...

Deklarasi Millenial Peserta Masta IMM UMP Bersama Berbagai Tokoh

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan...

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id—Direktur Suara Muhammadiyah Deni Al-Asy’ari, menyatakan bahwa media harus dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan suatu perubahan dalam semua bidang kehidupan. Hampir setiap perubahan dan revolusi besar yang terjadi di dunia dimulai dan menggunakan media sebagai alat perjuangan.

“Para aktivis gerakan memiliki peran penting untuk mengelola opini-opini public melalui media. Tidak ada pergerakan yang sukses tanpa didukung oleh media,” kata Deni Al Ays’ari dalam salah satu sesi materi Darul Arqam Madya (DAM) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman, di BLK PAY Yogyakarta, Ahad (11/9).

Deni lalu mencontohkan gerakan revolusi yang dilakukan oleh Karl Marx, Tan Malaka, Hamka, Hatta dan lain-lain meniscayakan penggunaan media sebagai kekuatan. “Para tokoh itu tidak hanya aktivis jalanan 100 persen. Tetapi juga menggunakan tulisan dan media sebagai partner,” ujarnya.

Menurut Deni, gagasan perubahan yang disampaikan melalui lisan memiliki jangkauan yang sangat terbatas. Namun dengan menggunakan media, maka jangkauan dan peluang untuk mempengaruhi opini public akan lebih besar dan akan abadi.

Keberadaan media di masa sekarang, menurut Deni, merupakan konsekuensi dari dibukanya kran demokrasi. Kebebasan demokrasi meniscayakan kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat pada akhirnya mendorong lahirnya media sebagai wadah untuk aktualisasi kebebasan berekspresi.

Kebebasan media, kata Deni, harusnya dimanfaatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Terlebih manusia memiliki sifat dasar ketergantungan dengan informasi. Namun, Deni mengingatkan bahwa selain memiliki kekuatan untuk membentuk karakter terpuji dan bersifat edukatif, media juga berpotensi untuk merusak karakter, ajang fitnah hingga bullying. (Ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles