Pesan Kyai Dahlan dalam pawai OBJ
Dinamika persyarikatan

Pesan Pesan Ahmad Dahlan di Pawai Ta’aruf Olimpiade Budaya Jawa

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id,- Siswa SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul ingatkan pesan-pesan K.H Ahmad Dahlan untuk Muhammadiyah pada pawai ta’aruf sebagai partisipasinya dalam menyambut Olimpiade Budaya Jawa (OBJ) yang bertepatan dengan Milad Muhammadiyah Ke 107.

“Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mampu memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.” Pesan Ahmad Dahlan itu tertulis pada salah satu poster siswa-siswi bersepeda yang juga menjadi peserta pawai ta’aruf Sabtu (10/9/16).

Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Unggulan ‘Aisyiyah Bantul ini menggayuh sepeda berhias dengan membawa pesan-pesan K.H. Ahmad Dahlan pendiri persyarikatan Muhammadiyah. Tanpa terlihat lelah, mereka senang dan bangga bisa ikut serta dalam pawai ta’aruf untuk menyemarakan OBJ dalam menyambut Milad Muhammadiyah ke 107.

Tentu tidak hanya satu pesan Ahmad Dahlan tertulis pada poster yang dibawa para siswa SD Unggulan ‘Aisyiyah ini, ada banyak pesan Ahmad Dahlan yang tertulis pada poster yang menempel di keranjang sepeda mereka. pesan-pesan itu mengingatkan pada sosok yang sangat berarti, bukan hanya bagi perjuangan Muhammadiyah, tetapi juga bagi Yogyakarta.

Pawai ta’aruf dengan arak-arakan yang sarat akan budaya Jawa ini, diikuti sekolah/madrasah Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta dalam rangka semarakkan OBJ. OBJ merupakan olimpiade yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan menghadirkan berbagai perlombaan seperti dolanan egrang, cerdas cermat budaya Jawa, macapat, geguritan, karawitan, dan lain-lain yang diselenggarakan dari tanggal 11-22 September 2016. Kegiatan yang diselenggarakan sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa itu,  harapannya dapat membangun rasa cinta terhadap budaya Jawa warisan leluhur.

Pawai ta’aruf di tengah sengatan matahari siang Jogja yang berlangsung sejak pukul 12.30 itu, tidak menyurutkan semangat para peserta arak-arakan sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Jawa dan persyarikatan yang kini berusia 107 tahun (Rosmania).