30 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Pawai Ta’aruf Budaya Diikuti 107 Kontingen

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...

Webinar IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro Bahas Arah Pendidikan di Masa Pandemi

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Menyikapi Arah Pendidikan dan Isu Reshuffle Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro gelar Webinar Nasional....

Haedar Nashir: Umat Islam Harus Paham Sejarah dan Menjaga Moderasi Pancasila

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menuai polemik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat bahwa RUU HIP tidak terlalu...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id— Pawai ta’aruf budaya Jawa dalam rangka mengawali pagelaran Olimpiade Budaya Jawa (OBJ) berjalan sukses dan menghibur masyarkat Jogja. Pawai itu diikuti 107 kontingen yang berasal dari amal usaha pendidikan se-DIY.
Pawai yang mengambil start dari balaikota Jogja itu, dilepas langsung oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Sabtu (10/9). Dari balaikota, arak-arakan itu berjalan menuju Alun-alun Utara Jogja melintasi jalan utama kota.
Sepanjang jalan yang dilalui kontingen pawai itu, masyarakat berjubel dan berdesak-desakan menyaksikan kemeriahan dan kreativitas yang dipamerkan seluruh peserta. Diantara arak-arakan pawai itu ada rombongan penunggang kuda, pasukan bendera merah putih dan ortom Muhammadiyah, penampilan drum band, tokoh-tokoh wayang, dan pakaian adat Jawa beserta hasil buminya. Bahkan ada peserta pawai yang sengaja membagi-bagikan hasil bumi, seperti kacang tanah, jagung, ketela, singkong, dan jajanan pasar kepada masyarakat yang menyaksikan pawai siang itu.
Afnan Hadi Kusumo Anggota DPD RI perwakilan DIY yang hadir pada acara tersebut sangat mengapresiasi kegiatan OBJ. Menurutnya ini adalah langkah cerdas Muhammadiyah dalam melestarikan budaya sekaligus menjawab peranya sebagai bagian dari 4 pilar keistemewaan Jogja. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga tiap tahunya terus ada,” ucapnya
Afnan menambahkan, Muhammdiyah sejak berdirinya sangat peduli budaya, lihat Kiyai Dahlan yang pandai bermain biola, lihat pula sekolah Muhammadiyah yang cukup baik ektra drum band-nya. Kegiatan ini, sambungnya, merupakan langkah awal Muhammdiyah DIY untuk mengakses Dana Keistemewaan (Danais) yang 80% dialokasikan untuk kelestarian budaya, dan sejauh ini Muhammadiyah jarang mengaksesnya. “Saya siap mengawal dan mendorong Muhammadiyah untuk memaksimalkan akses Danais ini,” kata Afnan. (gsh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles