31 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Penghina Islam Charlie Hebdo akan Digugat Kota Korban Gempa di Italia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Menjadi Super Tendik di Kala Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki era New Normal, Sabtu (15/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY mengadakan kegiatan Pelatihan...

Esai Cerdas di Masa Pandemi (1) Humor di Atas Normal

Menggali ceruk-ceruk pengalaman yang membahagiakan selama lima bulan di rumah saja saya menemukan banyak jurus hidup yang asyik. Salah satu jurus hidup...

Lazismu Medan Gelar Aksi Kemanusiaan Erupsi Sinabung

KARO, Suara Muhammadiyah - Erupsi Sinabung terus berlanjut dalam pekan ini. Kerugian akibat hancurnya lahan pertanian diperkirakan mencapai Rp 41 miliar lebih....

UMSU Gelar Parade Qori dan Qoriah Terbaik Lintas Generasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyambut  Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan RI dan  Tahun Baru Islam, Muharram 1442 Hijriah...

Mengembangkan Sekolah Muhammadiyah Harus Pada Niat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengembangkan sekolah Muhammadiyah harus memiliki niat. Kepala Sekolah Muhammadiyah harus memiliki visi misi dan tujuan harus jelas.
- Advertisement -

ITALIA, suaramuhammadiyah.id – Lagi-lagi  majalah satire asal Perancis, Charlie Hebdo yang pernah menghina Islam  bikin ulah, dengan membuat kartun bencana gempa bumi Italia. Akibatnya, sebuah kota di Italia yang diguncang gempa bulan lalu akan menggugat majalah satire asal Perancis, Charlie Hebdo, atas kartun yang dianggap melecehkan korban bencana.

Wali Kota Amatrice sebagaimana diberitakan The Independent, Senin (12/9), mengatakan mereka akan mengajukan gugatan terhadap Charlie Hebdo karena dianggap mencemarkan nama baik setelah majalah itu menerbitkan kartun berjudul “Gempa bumi, gaya Italia.”

Dalam kartun yang menggambarkan gempa 6,2 skala richter yang menewaskan hampir 300 orang itu, Charlie Hebdo dianggap tidak bersimpati terhadap para korban bencana. Korban gempa yang berdarah-darah oleh Charlie Hebdo digambarkan sebagai kuliner khas Italia, seperti “Penne, Tomato sauce” dan “crustes Penne”. Bangunan yang menimpa para warga disebut sebagai “Lasagne.”

“Kartun itu mengerikan, tidak berselera dan merupakan penghinaan bagi korban bencana alam,” kata pengacara Mario Cicchetti yang mengajukan petisi ke pengadilan tinggi Italia agar memuluskan gugatan terhadap Charlie Hebdo.

Kartun tersebut menuai kemarahan masyarakat Italia karena dianggap penghinaan. Kedutaan Besar Perancis di Roma menyatakan berlepas diri dari Charlie Hebdo dan kartun tersebut tidak mewakili sikap pemerintah di Paris.

Charlie Hebdo ini pula yang menuai kemarahan umat Islam, karena kartunnya tentang Nabi Muhammad. Charlie Hebdo juga hujan kritikan setelah membuat kartun soal para pengungsi Suriah di Eropa. Charlie Hebdo saat itu mengomentari soal kematian Alan Kurdi, bocah tiga tahun yang jasadnya terdampar di pantai Turki setelah perahu yang ditumpanginya menuju Eropa tenggelam (le).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles