0956527PILKADA780x390
Berita

Begini, Sikap Muhammadiyah dalam Pilkada DKI Jakarta

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan berlaga dalam pilkada DKI Jakarta akhirnya mengerucut pada tiga pasangan calon (paslon). Koalisi Partai PDI Perjuangan mengusung pasangan petahana Ahok-Djarot, koalisi Partai Demokrat mengusung Agus-Sylviana, dan koalisi Partai Gerindra bersama PKS mengusung pasangan Anies-Sandiaga Uno.

Terkait hal itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan supaya masyarakat lebih bijak untuk mempertimbangkan pilihannya dan juga menghargai setiap pilihan politik yang berbeda.

Secara kelembagaan, Muhammadiyah menegaskan akan bersikap netral dalam gelaran Pilgub DKI Jakarta. Warga Muhammadiyah dipersilakan menjatuhkan pilihan sesuai kehendak masing-masing secara bebas dan bertanggung jawab. “Bagi kami sebenarnya, siapapun yang memimpin Jakarta, mereka adalah pilihan rakyat,” kata Abdul Mu’ti.

“Sehingga yang kita bangun  sekarang adalah bagaimana masyarakat Jakarta ini memilih dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasional, memilih dengan analisis yang komprehensif, dan mengembangkan sikap saling menghormati di antara masyarakat yang berbeda aspirasi politiknya,” ujar Abdul Mu’ti.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pemberdayaan Masyarakat, Lingkungan Hidup dan Zakat Infak Shadaqah, Drs H Hajriyanto Y Thohari MA menguatkan pendapat Abdul Mu’ti. Menurutnya, Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam sikap dukung-mendukung salah satu pasangan calon manapun.

“Sudah jelas sekali bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik. Maka dari itu, tidak ikut campur secara langsung proses yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta,” kata Hajriyanto saat menghadiri peletakan genteng pertama pembangunan RSI Muhmamadiyah Boja Kendal, Jateng, Senin, (26/9).

Terkait dengan urusan politik, Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya kepada public, termasuk warga Muhammadiyah untuk menjatuhkan pilihan sesuai dengan pertimbangan dan keyakinannya. Hanya saja, kata Hajriyanto, Muhammadiyah memberikan pesan agar dalam memilih senantiasa mempertimbangkan aspek rasionalitas kepentingan masyarakat banyak (Ribas).

14 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Bagaimana kalau ada calon non muslim, apakah boleh dipilih……kenapa selalu abu-abu…warga butuh bimbingan dan arahan…..

  • Kalau cuma itu penjelasan nya Pak Sekretaris…..normatip….saya pikir tidak perlulah di publikasikan…semua warga juga sudah tahu… kecuali Muhammadiyah mengeluarkan sesuatu pernyataan yang memberi “tanda-tanda”…. setidak-tidaknya kriteria……dan itu pun cukup PWM DKI JAKARTA….

    • Ohhhhh ….mungkin ini bukan pernyataan resmi PP Muhammadiyah barangkali (memang tak perlu ada pernyataan Muhammadiyah kalau cuma isi nya seperti itu) tapi pernyataan pribadi mas Abdul Mu’ti dan mas Hajrianto Thohari yang mengatasnamakan yang kebetulan pengurus pp Muhammadiyah…..

  • Mestinya pernyataan sejenis ini gak perlu dipublikasikan pak, pernyataan yang sama sekali tidak berbobot, tidak agamis, pernyataan yang abu-abu. Muhammadiyah memang bukan partai politik, tp dia organisasi islam pak. Seandainya cagub yang berlaga saat ini semuanya islam atau semuanya non islam, maka pernyataan anda sudah pas pakde, tp sepertinya anda lupa bahwa cagub tidak semuanya muslim. Seandainya pimpinan muhammadiyah adalah Pak Din, mungkin akan beda pernyataannya. Tolong direnungkan pakde

  • Sebelum membaca tentang Pilkada, dimanapun berada dan kapanpun pasti begitu. Muhammadiyah bukan orpol yang konsisten dari awal berdirinya dan Insya Allah sampai kapanpun selalu berdiri netral ditengah- tengah. Terlalu naif dan tidak akan terjadi membawa Gerbong Muhammadiyah untuk jangka pendek, berpolitik. Muhammadiyah masih jauh langkahnya dan perjalanannya menuju Masyarakat Utama dan Indonesia Berkemajuan. Dan Dunia Berkemajuan.
    Bila ada perorangan warga Muhammadiyah mendukung salah satu Cagub/ Cawagub itu adalah urusan perorangan dan diharapkan cuti/ non aktif dari Pengurus Muhammadiyah. Semoga !.

  • Di Al’ Quran mayoritas belum tentu selalu benar sesuai tuntunan Alquran dan banyak sekali ayat yang melarang kita mempunyai pimpinan kafir…dan saya beriman sekali bahwa surga hanya di huni oleh sedikit hamba Allah yang beriman dan bertaqwa bukan kaum mayoritas di dunia

    • SAYA BUKAN PENGURUS MUHAMMADIYAH
      TAPI SANGAT MENCINTAI YANG MULIA KIYAI HAJI AHMAD DAHLAN ” MELEBIHI DIRI SAYA SENDIRI..
      BELIAU ADALAH INSAN LUAR BIASA…..bagitu juga pelanjut beliau telah berbuat sangat banyak untuk UMAT ISLAM

      kalau ada warga muhammadiyah yang bersikap seperti tulisan diatas,,,,,
      berkesan SANGAT NASIONALIS…..NETRAL…. maka dia telah menyatakan TIDAK BERPIHAK KEPADA PRINSIP ISLAM….
      .
      DASAR PERTIMBANGAN :
      1. Muhammaiyah bukan penyelenggara negara,,, jadi tidak diperlukan sikap netralitas, TEGAS ORMAS ISLAM….
      2. Sejak didirikan, oleh YANG MULIA HAJI MUHAMMAD DARWIS / AHMAD DAHLAN.. visi dan missi tujuan jelas
      MENGUSIR PENJAJAH KAFIR melalui PENDIDIKAN dengan nilai nilai ISLAM pada setiap warga MUSLIM….
      3. Meningkatkan kemaslahatan UMAT ISLAM,,,,, Dstnya….

      JADI KALAU ADA unsur unsur Muhammadiyah SOK SOK NASIONAL SESAT…
      MAKA DIMANA RASA MALU ANDA !!! BERTOBAT DAN TAHU DIRILAH……..

      PRESTASI YANG MULIA KIYAI HAJI AHMAD DAHLAN DAN GENERASI PENERUSNYA :

      # MEMBUKTIKAN MUHAMMADIYAH ORMAS UMAT ISLAM TERPINTAR DI DUNIA #

      1. SATU SATUNYA ORGANISASI MASYARAKAT YANG MEMILIKI UNIVERSITAS DAN SEKOLAH TINGGI TERBANYAK DI DUNIA
      MENYEBAR DI TIAP PROVINSI DI INDONESIA…

      2, SATU SATUNYA ORGANISASI MASYARAKAT YANG MEMILIKI RUMAH SAKIT DAN KLINIK TERBANYAK DI DUNIA
      MENYEBAR DI TIAP PROVINSI DI INDONESIA…

      3. SEMUA PRESTASI, DILAKUKAN DENGAN DANA SENDIRI….
      .
      ========

      KALAU ADA PIHAK YANG TIDAK SEPENDAPAT DAN SOK SOK NASIONALIS SESAT,,,SILAHKAN ANDA KE CHINA,,,,, COBA ANDA BERKIPRAH DISANA,,,,,,, DILAYANI ATAU TIDAK,,,,,,, MUDAH MUDAHAN ANDA TAHU DIRI KEMBALI DARI SANA,,,,,

      # DI CHINA ANDA YG MUSLIM HANYA DINILAI SAMPAH DAN UMPAN PELURU OLEH POLISI DAN MILITER RRT #

      TAPI INGAT BELAJARLAH NASIONALIS DISANA , BAGAIMANA MENCINTAI BANGSA SENDIRI….
      .
      .
      CHINA SANGAT MENJAGA UKUWAHNYA WALAU TIDAK ISLAM…..
      ,
      ==========

  • saya warga muhammadiyah dan saya yakin warga muhammadiyah yang waras menolak gubernur NON MUSLIM TITIK

  • SAYA BUKAN PENGURUS MUHAMMADIYAH
    TAPI SANGAT MENCINTAI YANG MULIA KIYAI HAJI AHMAD DAHLAN ” MELEBIHI DIRI SAYA SENDIRI..
    BELIAU ADALAH INSAN LUAR BIASA…..bagitu juga pelanjut beliau telah berbuat sangat banyak untuk UMAT ISLAM

    kalau ada warga muhammadiyah yang bersikap seperti tulisan diatas,,,,,
    berkesan SANGAT NASIONALIS…..NETRAL…. maka dia telah menyatakan TIDAK BERPIHAK KEPADA PRINSIP ISLAM….
    .
    DASAR PERTIMBANGAN :
    1. Muhammaiyah bukan penyelenggara negara,,, jadi tidak diperlukan sikap netralitas, TEGAS ORMAS ISLAM….
    2. Sejak didirikan, oleh YANG MULIA HAJI MUHAMMAD DARWIS / AHMAD DAHLAN.. visi dan missi tujuan jelas
    MENGUSIR PENJAJAH KAFIR melalui PENDIDIKAN dengan nilai nilai ISLAM pada setiap warga MUSLIM….
    3. Meningkatkan kemaslahatan UMAT ISLAM,,,,, Dstnya….

    JADI KALAU ADA unsur unsur Muhammadiyah SOK SOK NASIONAL SESAT…
    MAKA DIMANA RASA MALU ANDA !!! BERTOBAT DAN TAHU DIRILAH……..

    PRESTASI YANG MULIA KIYAI HAJI AHMAD DAHLAN DAN GENERASI PENERUSNYA :

    # MEMBUKTIKAN MUHAMMADIYAH ORMAS UMAT ISLAM TERPINTAR DI DUNIA #

    1. SATU SATUNYA ORGANISASI MASYARAKAT YANG MEMILIKI UNIVERSITAS DAN SEKOLAH TINGGI TERBANYAK DI DUNIA
    MENYEBAR DI TIAP PROVINSI DI INDONESIA…

    2, SATU SATUNYA ORGANISASI MASYARAKAT YANG MEMILIKI RUMAH SAKIT DAN KLINIK TERBANYAK DI DUNIA
    MENYEBAR DI TIAP PROVINSI DI INDONESIA…

    3. SEMUA PRESTASI, DILAKUKAN DENGAN DANA SENDIRI….
    .
    ========

    KALAU ADA PIHAK YANG TIDAK SEPENDAPAT DAN SOK SOK NASIONALIS SESAT,,,SILAHKAN ANDA KE CHINA,,,,, COBA ANDA BERKIPRAH DISANA,,,,,,, DILAYANI ATAU TIDAK,,,,,,, MUDAH MUDAHAN ANDA TAHU DIRI KEMBALI DARI SANA,,,,,

    # DI CHINA ANDA YG MUSLIM HANYA DINILAI SAMPAH DAN UMPAN PELURU OLEH POLISI DAN MILITER RRT #

    TAPI INGAT BELAJARLAH NASIONALIS DISANA , BAGAIMANA MENCINTAI BANGSA SENDIRI….
    .
    .
    CHINA SANGAT MENJAGA UKUWAHNYA WALAU TIDAK ISLAM…..
    ,
    ==========

  • Saya bukan org jakarta,kalok saya boleh ngasih saran pilihla agus ataupun anies,ada yg seakidah masa kelain hati

  • jika ini memang sikap Muhamnadiyah secara kelembagaan, Saya sebagai salah seorang pengurus di salah satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Pulau Sumatera, secara pribadi saya KECEWA dengan sikap Muhammadiya yang ABU ABU seperti ini, walaupun tidak tersurat tetapi secara tersirat Muhammadiyah mbolehkan warganya memilih pemimpin non muslim, padahal pilihan yg muslim masih ada, bahkan lebih banyak jumlahnya.

  • Muhammadiyah jelas BUKAN Organisasi Politik, Muhammadiyah adalah Organisasi Masyarakat yg bergerak di bidang Pendidikan & Keagamaan. Sikap Muhammadiyah untuk netral di Pilkada DKI itu menurut sy sudah sangat tepat, krn Muhammadiyah tdk ikut campur urusan Politik Negara. Dalam politik Muhammadiyah tdk berwarna baik itu hitam/putih/ abu-abu, tp dlm akidah & muamalah Muhammadiyah tegas menyatakan Halal & Haramnya. Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya pilihan warga Muhammadiyah DKI sesuai dgn pilihan hati mrk sendiri, tinggal bagaimana Warga Muhammadiyah DKI secara pribadi lah yg menentukan, mengenai Pilihan Warga Muhammadiyah sy sendiri yakin Klo Warga Muhammadiyah akan memilih sesuai dgn kriteria yang telah Allah & Rasul Nya perintahkan mengenai kriteria seorang Pemimpin Ummat… Sy selaku bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah, berharap Muhammadiyah tetap dlm Ke-Netral-annya dlm setiap urusan Politik Negara.