24.2 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 16, 2020

Kader IMM Ciptakan Jumputan Batik Motif Virus Pertama di Dunia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ospek UMP Digelar Daring, Rektor Jamin Tetap Seru

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebentar lagi akan mamasuki tahun ajaran baru. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau...

AMM Pinrang Kembali Rilis Usaha Baru

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menjalankan usaha "BerasMu" yang bergerak di bidang pangan. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pinrang kembali melauncing usaha...

STKIP Muhammadiyah Bogor Beri Kompensasi di Masa Pandemi

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid 19 yang telah melanda Indonesia sekitar empat bulan lamanya telah mengakibatkan efek yang luar biasa ke...

MBS Mas Mansyur Ngawi dan PCM Widodaren Sowan ke Wakil Bupati

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka untuk mensosialisasikan MBS Mas Mansyur Ngawi Tim pendiri MBS Mas Mansyur Ngawi silaturohim ke Wakil Bupati...

Tiga Puluh Auditor Mutu Akademik Unismuh Ikuti Penyegaran

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 30 auditor mutu akademik Unismuh Makassar, ikut penyegaran secara virtual Kamis pagi (16/7/2020). Kegiatan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah–Owner Smart Batik Indonesia sekaligus Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta bidang Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara 2016, Miftahudin Nur Ihsan kembali membuat inovasi dalam dunia batik. Kali ini, Ihsan mengombinasikan Batik motif virus dengan Jumputan, sehingga tercipta batik jumputan motif virus yang belum pernah ada sebelumnya.

Kader PC IMM BSKM itu mengaku bahwa cukup sulit untuk mengombinasikan batik dan jumputan. “Dalam proses pembuatan, kami harus berjuang berulang kali karena sifat batik dan jumputan yang bertolak belakang ketika diwarna menggunakan warna naftol. Alhamdulillah akhirnya kami dapat mengombinasikannya setelah berulang kali mencoba. Sengaja saya angkat motif virus dalam produk ini (virus influenza dan virus HIV) karena selain belum pernah ada yang membuat, saya juga ingin memberikan edukasi tentang bahaya virus ini kepada konsumen yang membeli produk saya. Ya, meskipun motifnya sedikit ekstrim, tetapi saya berharap produk ini akan bermanfaat” kata Ihsan.

Pemuda yang beralamat di Ketanggungan WB II/429, RT 57, RW 12, Kelurahan Wirobrajan, Yogyakarta ini memang baru 1 tahun fokus di dunia batik. Meskipun demikian, sudah banyak prestasi yang diraih khususnya ketika membawakan Smart Batik Indonesia, seperti Juara 1 Lomba Inovasi Bisnis Pemuda bidang Jasa dan Perdagangan BPO DIY 2016, Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta bidang Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara 2016, dan Juara 1 Lomba Inovasi Mahasiswa bidang Industri Kreatif Dinas Dikpora DIY 2016. Selain itu, Smart Batik Indonesia juga telah sukses memasarkan dan memproduksi batik bermotif pendidikan, kesehatan, MIPA, transportasi, dan pertanian.

Bertepatan dengan peringatan Hari Batik tanggal 2 Oktober 2016, Ihsan berharap agar Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia juga dapat berpartisipasi menjaga dan mengembangkan batik. Dirinya juga siap kalau diminta bantuan membuat batik khusus untuk Muhammadiyah lewat Smart Batik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles