33 C
Yogyakarta
Sabtu, September 19, 2020

IM Menuntut Investigasi atas Kematian Pemimpin Senior di Tangan Militer Mesir

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di...

Kolaborasi HW Masa Pandemi Latgab Virtual

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Pandu Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro sungguh mapan. Jumat, 18 September 2020 di Laboratorium komputer MAM 8...

Deklarasi Millenial Peserta Masta IMM UMP Bersama Berbagai Tokoh

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan...

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...

Beberapa Daerah di Kalteng Banjir, Muhammadiyah Gerak Cepat Bantu Warga

KATINGAN, Suara Muhammadiyah -  Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir, antara lain kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Lamandau. Intensitas hujan...
- Advertisement -

KAIRO, Suara Muhammadiyah-Pemimpin senior Ikhwanul Muslimin (IM) Dr Mohamed Kamal dan rekannya Yasser Shehata dikabarkan tewas ditangan aparat militer Mesir setelah keduanya ditangkap dan dibawa ke kediamannya.

Aparat militer mengatakan bahwa mereka ditembak setelah adanya kejadian baku serang  antara kepolisian dan kedua petinggi IM tersebut. Namun, dalam laman resmi Ikhwanweb.com, IM membantah adanya baku tembak antara kedua pihak. Para anggota kelompok mengaku sempat kehilangan  kontak dengan Dr Kamal dan Shehata saat penangkapan tersebut terjadi.

“Semua orang tahu bahwa Dr Mohamed Kamal tidak pernah menggunakan senjata dalam seluruh hidupnya, juga tidak Dr Yasser Shehata,” dilansir dari ikhwanweb.com.

Setelah mengetahui adanya penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian, IM memutuskan untuk menuntut investigasi internasional terhadap dugaan adanya tindakan di luar hukum yang dilakukan oleh aparat.

“Komite investigasi telah menyelidiki semua dokumen dan informasi. Dan terbukti bahwa aparat menangkap kedua pemimpin tersebut di tepi jalan tanpa perlawanan. Mereka dibawa ke kediaman Dr Kamal, dimana mereka menghabisi kedua pimpinan tersebut dengan keji. Saksi pun sempat mendengar suara tembakan sebanyak 5 kali sebelum akhirnya ambuns datang untuk membawa jasad mereka,” dilansir dari halaman resmi milik IM.

Sebelumnya, Kamal telah dituduh terlibat dalam pembentukan kelompok militer IM setelah penggulingan Presiden Morsi di tahun 2013. Ia pun dijatuhi 2 hukuman seumur hidup di Absentia atas kasus pengeboman kantor polisi di Assiut, Mesir Selatan dan pembunuhan jaksa agung Hisham Baraat. Namun Kamal terus membatah keterlibatannya dalam aksi tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, IM meminta kepada organisasi Internasional untuk melakukan investigasi terhadap kebrutalan aparat militer Mesir, agar diadili sebagai kasus extrajudicial killings terhadap revolusionaris yang tak bersenjata.

“Kami yakin rezim yang berkuasa telah melakukan puluhan kejahatan pembunuhan di luar hukum yang keji. Kami memiliki bukti hukum dan saksi yang cukup untuk mendukung fakta tersebut serta menuntut hak yang sah dan legal untuk memberikan hukuman bagi para pembunuh,” dilansir dari laman resmi IM.

Kamal adalah salah satu pemimpin terkemuka IM, anggota Biro Pembina IM dan bertanggung jawab komite administratif tertinggi di IM. Ia mengundurkan diri dari komite  Mei 2016 karena ditentang oleh jajaran pimpinan Ikhwanul Muslimin tingkat atas lainnya (Th).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles