Kapolsek Tangerang Kota Diserang, Inilah Kronologisnya

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...

Bantu Pemerintah, Muhammadiyah Pinrang Bentuk Tim MCCC

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim tersebut dibentuk dalam rangka...

Ikhtiar 35 Rumah Sakit Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Rawat Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir satu bulan melaksanakan tugas penunjukan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) tempat perawatan pasien Covid-19, secara...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah,- Kapolsek Tangerang Kota Komisaris Effendi mendapat serangan dan mengalami luka, Kamis (20/10/16). Serangan juga menimpa dua anggota polisi lainnya, Brigadir Kepala Sukardi dan Inspektur Satu Bambang Heriadi. Pelaku diduga anggota Daulah Islamiah, tetapi kebenarannya masih diselidiki.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menyampaikan kronologi penyerangan terhadap petugas pos polisi di Kota Tangerang, Kamis (20/10), berawal ketika petugas mengatur lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol.

Menurut Boy Rafli Amar, saat itu waktu menunjukkan pukul 7.10 WIB. “Tiba-tiba ada laki-laki yang menyerang petugas secara brutal,” kata Boy Rafli Ahmad di Mabes Polri, Jakarta.

Pria itu menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Selain itu, pelaku juga melemparkan barang yang diduga bahan peledak ke dalam pos. “Barang dengan ciri-ciri seperti bahan peledak, ada sumbunya,” terang Boy Rafli Ahmad.

Serangan itu, kata Boy Rafli Amar, awalnya hanya mengarah pada dua anggota polisi, yakni Brigadir Kepala Sukardi dan Inspektur Satu Bambang Heriadi. Mereka mengalami luka tusuk di punggung dan dada. Kapolsek Effendi yang berada tidak jauh dari lokasi langsung melakukan pengecekan ke pos tersebut dan mendapati pelaku masih memegang senjata tajam. “Dia berusaha melumpuhkan pelaku dengan menembak pada bagian kaki. Namun, pelaku tetap melakukan penyerangan secara brutal,” kata Boy Rafli Ahmad.

Baca: AMM Resmi Laporkan Ahok Ke Polisi

Akhirnya, Kapolsek Effendi pun turut menjadi korban serangan tersebut dan menderita luka di bagian dada. Pelaku akhirnya tidak sanggup bergerak lagi setelah menerima tembakan tersebut. Dia diamankan dan dilarikan ke rumah sakit beserta tiga korban.

Baca: Dalam Kasus “Video al Maidah” Ahok, Mestinya Pemprov DKI Dilapokan Polisi

Beberapa barang bukti yang di temukan di TKP ada dua senjata tajam, dua buah (benda) yang diduga bom pipa. “Saat ini, kandungan dan barang yang diduga bahan peledak ini masih dipelajari dipelajari oleh petugas,” kata Boy Rafli Ahmad.

Baca: Meski Gubernur DKI Jakarta Minta Maaf, Penanganan Pelaporan di Kepolisian Tetap Jalan

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial SA itu diduga beraksi sendiri dalam melakukan serangan ini. Namun, hal ini masih terus didalami lebih lanjut oleh kepolisian. “Kami belum mendapat informasi berkaitan dengan adanya pihak-pihak lain. Masih dalam penyelidikan untuk dikembangkan oleh tim kita untuk melakukan investigasi,” kata Boy Rafli Ahmad (le).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles