24 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Keberatan KH Didin Hafidhuddin dan Jawaban Buya Syafii Maarif

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—Melalui pesan berantai, pendapat Buya Syafii Maarif tentang kasus dugaan penistaan al-Quran oleh Ahok, mendapat banyak tanggapan. Salah satunya dari KH Didin Hafidhuddin, yang merasa pernyataan Buya Syafii cenderung tendensius. Berikut isi tulisan KH Didin:

Buya Syafii Maarif yth.
Ada beberapa hal yang saya minta klarifikasi  dari Buya. Tulisan Buya terus terang sangat tendensius dan menyakiti perasaan para pengurus MUI termasuk saya pribadi.
Kami sudah dengar dan baca langsung pernyataan Ahok dan sudah didiskusikan secara mendalam di MUI. Pengurus MUI tidak ada yang penjilat apalagi mengeluarkan fatwa murahan. Buya khawatir MUI  tidak berlaku adil pada Ahok sementara Buya sendiri tidak adil pada MUI. Jadi jangan asal menuduh.
Demikian pula dgn peserta aksi damai mereka datang dengan biaya sendiri tidak ada yang merekayasa selain panggilan  Aqidah Islamiyyah. Keyakinan pada kesucian Al-Quranlah yang nenggerakkan mereka. Mohon maaf Buya

Bogor, 6 Nov 2016

Salam hormat,
Didin Hafidhuddin     

Tulisan KH Didin tersebut menyebar cepat ke berbagai grup WA. Guna menjawab tulisan itu sekaligus mengklarifikasikan permasalahan serta menghindar dari prasangka yang tidak perlu, Buya Syafii Maarif menulis tanggapan sebagai berikut:

Ustadz Didin Yth.
Masalah utama yang sedang kita hadapi adalah apkh pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September memang mengandung unsur penghinaan atau penistaan terhadap al-Qur’an atau tidak. Kita pusatkan perhatian kepada masalah pokok ini. Tidak perlu meluas ke mana-mana karena bisa jatuh perdebatan berketiak ular.
Dalam penilaian saya, dalam pernyataan Ahok itu tidak terdapat unsur penghinaan. Di sini letak perbedaan pandangan antara saya dan MUI. Dan perbedaan itu sah. Oleh sebab itu mari kita pergi ke hulu masalah, jangan bermain di hilir, karena bisa bertele-tele.
Adapun kesan Ustadz bahwa tulisan saya bersifat tendensius dan menyinggung perasaan teman-teman MUI, itu penilaian subyektif pihak-pihak yang merasa kena sasaran.
Kemudian demo besar yang relatif damai itu didorong oleh pengaruh fatwa MUI yang saya nilai tidak cermat. Dalam surat al-Maidah ayat 8, kita baca maknanya a.l. sbb: “Hai orang-orang yg beriman, jadilah kamu sebagai manusia yg lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencian kamu atas satu kaum membuat kamu tidak adil…” Berpeganglah kepada ayat yang terang benderang ini, sebab saya khawatir pendapat MUI terkena oleh ayat ini karena dasar pertimbangannya tidak kokoh.
Ini penilaian saya yang bisa tidak disetujui oleh pihak MUI. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama bertindak sebagai pencari kebenaran dengan jujur dan tulus, tidak ada kaitannya dengan membela atau menentang Ahok.

Terima kasih ustadz
Ahmad Syafii Maarif

(Ribas).

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles