Berita

Trisula Abad Kedua; MDMC, MPM dan Lazismu Wakili Wajah Autentik Muhammadiyah

Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di Kampus UNISA Yogyakarta
Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di Kampus UNISA Yogyakarta

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pemberdayaan Masyarakat, Lingkunan Hidup dan Zakat Infak dan Shadaqah, Hajriyanto Y Thohari optimis trisula baru Muhammadiyah akan membawa kemajuan bagi Muhammadiyah di abad kedua. Ketiga trisula yang dimaksud adalah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu).

Menurut Hajriyanto, keberadaan trisula itu harus terus didukung karena mewakili wajah autentik Muhammadiyah masa awal. Ketika itu, gerakan Muhammadiyah awal berfokus pada kegiatan di bidang pendidikan (schooling), kesehatan (schooling) dan pelayanan sosial (feeding).

MDMC, kata Hajriyanto sangat memiliki pengaruh dalam bidang humanitarian. Tidak hanya di dalam negeri, namun juga hingga mancanegara. Dalam peristiwa bencana gempa Nepal beberapa waktu lalu, perwakilan MDMC, Rahmawati Husein dipercayai untuk mengkoordinasi bantuan internasional bagi pemulihan Nepal pasca bencana.

Menurut mantan wakil ketua MPR RI itu, MDMC juga menjadi pelopor Humanitarian Forum International dan humanitarian forum Indonesia. Dalam forum itu, MDMC menghimpun lembaga humanitarian dari berbagai latar belakang agama. Perkumpulan itu didasarkan atas landasan kemanusiaan universal.

MPM, ujar Hajriyanto juga memiliki peran yang sangat besar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat di berbagai kantong-kantong kemiskinan. Termasuk MPM sedang gencar melakukan pemberdayaan kaum difabel. Saat ini Muhammadiyah merencanakan untuk membeli kapal klinik dan pemberdayaan. Kapal itu akan dinamai Said Tuhuleley, demi mengenang kiprah pemberdayaan yang dilakukan Said Tuhuleley.

Harjiyanto juga menyebut Lazismu telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Saat ini, Lazismu telah menjadi LAZ Nasional. Bahkan, dana yang dikelola oleh Lazismu pada tahun 2016 hingga bulan November telah mencapai 362 Milyar. Menurut Hajri, Lazismu jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber pembiayaan dana sosial Muhammadiyah (Ribas).

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *