22.3 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Haedar Nashir: Memimpin Muhammadiyah Ibarat Mengemudi Pesawat Komersial

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Inovasi Mahasiswa FT UM Magelang, Ciptakan Cetakan Gula Jawa Ergonomis

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 tidaklah menghalangi kreativitas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang. Terbukti mereka mampu membuat sebuah terobosan teknologi...

Download Logo Milad IPM ke-59

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ikatan Pelajar Muhammadiyah memperingati Milad ke-59 pada tanggal 18 Juli 2020. Pimpinan Pusat IPM telah...

Bantuan FKIP Unismuh untuk Masyarakat Terdampak Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten...

Kolaborasi dengan BEM, FAI UMY Bantu Mahasiswa Terdampak Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan donasi kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.  Wakil Dekan II...

Nelayan Aceh, Pahlawan Kemanusiaan

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Dunia kembali dihebohkan dengan peristiwa para nelayan yang membantu para pengungsi ditengah lautan bebas. Kejadian ini terjadi pada...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa memimpin Persyarikata Muhammadiyah itu penuh dinamika. Di usianya yang sudah 104 tahun, Muhammadiyah layaknya sebuah pesawat komersial. Sehingga, para pilot atau pengemudinya harus selalu berhati-hati dan memperhatikan keadaan seluruh penumpang. Dalam keadaan apapun, pemimpin harus selalu waspada dan mengambil strategi yang bisa membawa keselamatan bagi semua.

“Ini pesawat komersial yang tidak sama dengan pesawat tempur yang bisa bermanuver sendiri. Tidak ada penumpang yang perlu dicemaskan,” tutur Haedar dalam acara konsolidasi Nasional Muhammadiyah di Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Jumat (18/11).

Menurut Haedar, seluruh pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan memiliki tugas besar untuk menjaga kestabilan organisasi dalam menghadapi berbagai masalah. Sesuai hukum alam, masalah di organisasi akan selalu ada. Terlebih di organisasi sebesar Muhammadiyah. “Membawa organisasi yang besar ini tidak gampang,” kata Haedar.

Haedar mengingatkan bahwa para pimpinan di Muhammadiyah perlu mendasarkan diri pada konsep yang ditawarkan oleh al-Mawardi. Kepemimpinan dalam konteks Islam adalah sebagai pelanjut tugas kenabian. Melaksanakan tugas al-amru bi al-makruf wa al-nahyu an al-mungkar. Pemimpin itu juga harus bisa memposisikan diri dalam urusan dunia dan akhirat sekaligus secara seimbang.

Dalam kesempatan itu, Haedar juga menyatakan bahwa usia Muhammadiyah yang sudah lebih dari 1 abad, bisa bermakna positif dan negatif sekaligus. Di saat yang sama bisa menjadi beban sejarah dan sekaligus sebagai modal dalam melakukan gerak ke depan. Segenap pimpinan hendaknya bijak dalam menyikapi keberadaan Muhammadiyah sebagai modal dan sekaligus beban.

Oleh karena itu, melalui acara konsolidasi nasional ini, Haedar menginginkan Muhammadiyah mencapai fase yang lebih tinggi dalam semua program yang sudah ada. Semua itu sangat bergantung pada kebijaksanaan para unsur pimpinan dalam membawa organisasi ini.

“Dalam konteks organisasi, konsolidasi ini ingin melakukan penajaman program-program unggulan agar kita fokus, agar program itu memberi andil bagi kemajuan Muhammadiyah ke depan,” kata Haedar Nashir (Ribas).

1 KOMENTAR

  1. Ibarat mengemudikan Pesawat Komersil juga berarti Muhammadiyah pada saat ini dapat menitik beratkan kepada pembangunan ekonomi umat dan pembangunan ekonomi Persyarikatan supaya organisasi dapat kokoh didalam gerakan dakwah berbagai bidang. Dan tentu tidak melupakan bidang- bidang yang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles