31.1 C
Yogyakarta
Senin, September 28, 2020

MPM Bangun Budaya Tani Sejak Dini

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Mataf UMY, Haedar Nashir: Jadilah Cendekiawan Berintegritas

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan Masa Ta’aruf (Mataf) sebagai agenda yang wajib diikuti oleh para mahasiswa baru...

‘Aisyiyah Bangunjiwo Barat Gelar Cek Kesehatan Gratis

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat pada Ahad, 27 September 2020 membersamai ibu-ibu Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA)...

Pengkajian PDM Solok Bangkitkan Ghirah Bermuhammadiyah

SOLOK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok melakukan pengkajian Muhammadiyah bagi PCM/PCA, organisasi otonom dan Amal Usaha, di MtsM Muhammadiyah,...

Lindungi Guru dari Covid-19, LLHPB ‘Aisyiyah Riau Bagikan 80 Paket APD

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) pimpinan wilayah 'Aisyiyah (PWA) Riau pada Jumat (25/9/2020) pagi membagikan Alat...

Banjir Bandang Sukabumi, Muhammadiyah Bantu Warga berbasis Prokes

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah– Satu pekan pasca banjir bandang yang menerjang Sukabumi, Muhammadiyah tetap taati aturan protokol kesehatan dalam memberikan bantuan pelayanan bagi...
- Advertisement -

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah- Mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan di negara yang melimpah dengan segala macam hasil bumi dan pertaiannya, bukan hanya menjadi tanggungjawab kalangan tertentu saja. MPM PP Muhammadiyah, melalui Gerakan Kembali Bertani, turut melibatkan pelajar untuk membangun budaya tani sejak dini.

“Pengenalan masalah pertanian kepada pelajar ini penting karena Indonesia mengalami loss generation di bidang pertanian. Ini bisa dilihat usia petani Indonesia telah berusia lanjut, sementara angkatan muda tidak tertarik pada pertanian,” tutur Muhammad Nurul Yamin Ketua MPM PP Muhammadiyah saat meresmikan Rumah Tani Muhammadiyah Cabang Sambi Kabupaten Boyolali, bersama MPM PDM Boyolali Ahad, (11/12).

Rumah Tani ini merupakan wadah atau Pusdiklat bagi masyarakat sekitar untuk mempelajari tentang pertanian terpadu. Yamin pun menyadari bahwa untuk mengatasi krisis pangan Indonesia diperlukan kerja keras dan perjuangan berat. Oleh karenanya, Yamin menuturkan bahwa program ini menjadi salah satu upaya MPM PP Muhammadiyah menggelorakan Nasionalisme Baru yaitu Jihad Kedaulatan Pangan yang juga menggandeng para pelajar.

“Acara yang melibatkan 500 an pelajar Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Boyolali ini dimaksudkan sebagai upaya membangun budaya tani sejak dini,” lanjutnya.

Menurut Yamin, selain berbagai problem yang ada di sektor pertanian seperti masalah on farming dan off farming, budaya pangan impor pun semakin menjauhkan generasi muda dari budaya pangan dan kenyataan bahwa petani Indonesia kaya akan khazanah pertanian.

“Di sektor pangan, bangsa ini harus berdaulat. Kita adalah negara agraris, tidak seharusnya bahan pangan mengimpor,” tandas Yamin (Th).

 

 

 

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles