24.5 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Siswa SD Muhammadiyah Belajar Sejarah dengan Bermain Peran

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Panen Semangka Perdana Giat Tani PRM Tosaren di Masa Pandemi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ranting Muhammadiyah Tosaren Cabang Srumbung Magelang Jawa Tengah, selama masa pandemi melakukan kegiatan bertani. Lahan yang dimanfaatkan adalah...

Salurkan Sejuta Liter Air, Lazismu Kretek Bantu Warga Terdampak Kemarau

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ahad, 19 September 2020, PCM, PRM, dan KOKAM di Kretek yang tergabung dalam LAZISMU Kretek menyalurkan 200 tangki...

Diskusi DPD IMM Kalsel Rumuskan Banua Berkemajuan

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan (19/09) Menggelar Konferensi Meja Bundar (KMB) Banua Berkemajuan...

Wisuda UM Cirebon, Haedar Nashir: Beri Manfaat untuk Masyarakat

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar wisuda beserta pelantikan profesi ners tahun 2019/2020 secara daring, Sabtu (19/9).

Penghijauan Langkat, Pemkot Dukung IPM Medan Tanam Ribuan Pohon

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melepas rombongan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota...
- Advertisement -

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Pembelajaran sejarah biasanya identik dengan sistem hafalan. Namun, hal itu tidak berlaku di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Para siswa terlihat sangat antusias belajar sejarah para nabi dengan metode bermain peran. Kegiatan pembelajaran ini dikemas dalam pentas drama yang menceritakan kisah para nabi, Jumat (13/1) di aula SD Muhammadiyah PK Kottabarat.

Sa’ad Musaid, siswa kelas 5 mengaku senang mengikuti pementasan drama. “Saya berlatih bersama kelompok selama satu minggu sekaligus menyiapkan properti yang dibutuhkan”. Ia mengaku berlatih dengan sungguh-sungguh supaya bisa tampil optimal. “Kami biasanya berlatih di sela-sela waktu istirahat, naskah dan properti kami siapkan sendiri dan berkonsultasi dengan guru pembimbing”, tuturnya.

Pentas drama merupakan satu rangkaian kegiatan Baitul Arqom yang diikuti siswa kelas 4 dan 5 yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (13-14/1) di sekolah setempat. Muhamad Arifin, staf Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat menuturkan bahwa Baitul Arqom merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 untuk menggembleng mental, fisik, dan spiritual para siswa. “Selama dua hari mereka mendapatkan materi sejarah perkembangan Islam, ideologi Muhammadiyah, kesehatan reproduksi, dan jalan malam melewati area pemakaman” tandasnya (Arifin).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles