Temui KH Ma’ruf Amin, Haedar Nashir: Para Ulama di Indonesia Jasanya Besar

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Di tengah situasi politik yang panas pasca pernyataan calon gubernur petahana DKI Jakarta Ahok, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir merasa perlu untuk bertemu kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (2/2), di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam yang ikut mendampingi Kyai Ma’ruf Amin, menyatakan bahwa dalam pertemuan itu, Haedar Nasir secara khusus menyampaikan dukungan moril kepada KH Ma’ruf Amin. Haedar juga mendukung peran-peran sosial keagamaan yang selama ini telah dijalankan oleh MUI dalam mengayomi umat.

“Ketua Umum Muhammadiyah menegaskan tidak boleh ada seorang pun yang memperlakukan ulama secara tidak patut, apalagi menghina dan merendahkan,” tutur Niam.

Haedar Nashir mengaku kecewa dengan sikap Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Ahok dan kuasa hukumnya, yang mengeluarkan pernyataan yang tidak etis saat menjalani lanjutan sidang dugaan penodaan agama.

Menurut Haedar, Ahok dan kuasa hukumnya tidak menunjukkan etika sopan santun terhadap tokoh ulama yang sudah sepuh. Akibat dari sikap dan pernyataan Ahok tersebut telah kembali membuat suasana di Indonesia menjadi gaduh. Oleh karena itu, secara pribadi dan atas nama organisasi, Haedar menyatakan dukungannnya kepada KH Ma’ruf Amin.

“Kami Muhammadiyah memberikan dukungan kepada peran KH Ma’ruf Amin. Para ulama di Indonesia ini yang jasanya besar dan tidak sebanding dengan para pendatang baru yang belum punya prestasi apa-apa yang membuat gaduh republik ini,” ujar Haedar di Gedung MUI, Jakarta, Kamis (2/2).

Haedar mengakui bahwa Kyai Ma’ruf Amin yang juga sebagai Rais Am PBNU telah banyak berjasa bagi umat dan bangsa. “Karena KH Ma’ruf Amin jasanya besar,” tutur Haedar.

Menghadapi berbagai permasalahan bangsa seperti sekarang ini, Haedar mengajak umat Islam tetap berada di garda terdepan dalam menjaga kebersamaan bangsa. Haedar berharap umat Islam tidak mudah terpancing emosi, serta bisa menjadikan momentum ini untuk bangkit menuju kemajuan.

“Sudah harus menatap ke depan untuk membangun bangsa dan negara ini, dengan semangat kebersamaan,” ujar Haedar (Ribas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here