24.5 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Jadi Saksi Ahli, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Tegaskan Ahok Menistakan Agama

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Panen Semangka Perdana Giat Tani PRM Tosaren di Masa Pandemi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ranting Muhammadiyah Tosaren Cabang Srumbung Magelang Jawa Tengah, selama masa pandemi melakukan kegiatan bertani. Lahan yang dimanfaatkan adalah...

Salurkan Sejuta Liter Air, Lazismu Kretek Bantu Warga Terdampak Kemarau

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ahad, 19 September 2020, PCM, PRM, dan KOKAM di Kretek yang tergabung dalam LAZISMU Kretek menyalurkan 200 tangki...

Diskusi DPD IMM Kalsel Rumuskan Banua Berkemajuan

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan (19/09) Menggelar Konferensi Meja Bundar (KMB) Banua Berkemajuan...

Wisuda UM Cirebon, Haedar Nashir: Beri Manfaat untuk Masyarakat

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar wisuda beserta pelantikan profesi ners tahun 2019/2020 secara daring, Sabtu (19/9).

Penghijauan Langkat, Pemkot Dukung IPM Medan Tanam Ribuan Pohon

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melepas rombongan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (21/2) di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Dalam sidang ke-11  ini di agendakan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum atau JPU.  Dalam pemeriksaan saksi-saksi ini dihadirkan 4 orang saksi ahli, yakni 2 dari saksi ahli agama dan 2 dari saksi ahli pidana yaitu Prof Dr Yunahar Ilyas, Lc MA dan K. Miftachul Akhyar sebagai Ahli Agama Islam serta Dr H Abdul Chair Ramadhan, SH, MH dan Dr Mudzakkir, SH, MH selaku Ahli hukum Pidana.

Saksi agama yang dihadirkan JPU merupakan perwakilan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Yunahar ilyas yang hadir mewakili PP Muhammadiyah menyampaikan keterangannya sebagai saksi pada pukul 13:00 hingga 15:00 WIB.

Dalam keterangannya sebagai ahli, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih, Tajdid dan Tabligh ini menjawab sejumlah pertanyaan dari Majelis Hakim dan JPU terkait tafsiran surat al-Ma’idah ayat 51 serta tafsiran kata ‘auliyaa’ sebagai pemimpin dalam ayat tersebut.

“Hakim dan jaksa penuntut umum menanyakan seputar tafsiran, metode tafsir sampai kepada asbabun nudzhul dari surat alma’idah ayat 51, serta makna aulia dalam ayat tersebut,” terangnya saat ditemui pasca memberikan kesaksian.

Melalui persidangan ini, Yunahar Ilyas yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memaparkan secara gamblang tafsiran atas alma’ida ayat 51. Dalam keterangannya secara tegas Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia  menyebutkan bahwa Ahok telah menistakan agama dengan pernyataanya terkait surat al-Ma’idah ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

“Tafsiran surat al-Ma’idah ayat 51 itu sudah sangat jelas berbicara tentang haramnya memilih pemimpin non muslim. Oleh karena itu terkait pernyataan ahok yang menyebutkan kata “dibohongi pake al-Ma’idah macam-macam itu” Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terang telah menistakan ayat-ayat Allah. Dalam hal ini saya tegas mengatakan Ahok telah menistakan agama Islam,” tegas Yunahar.

Selain itu, di akhir persidangan Yunahar Ilyas juga menyampaikan harapannya akan hasil dari upaya penegakkan hukum atas kasus penodaan agama yang telah menyita perhatian publik beberapa bulan terakhir.

Sosok ulama Muhammadiyah yang kerap disapa buya ini, berharap agar hasil dari persidangan ini dapat melahirkan keputusan yang adil, sehingga dapat kembali mempersatukan masyarakat yang nyaris terpecah belah oleh kasus yang kian menguras energi bangsa.

“Saya berharap agar kasus ini dapat cepat diselesaikan, karena kasus ini telah menguras energi banyak orang. Di antaranya energi para pemimpin, masyarakat dan elemen-elemen umat Islam lainnya. Jika kasus ini dibiarkan terus berlarut-larut dapat berpotensi memecah belah bangsa. Untuk itu saya berharap hakim dapat memutuskan dengan hati yang jernih dan mari kita berdo’a agar hakim diberikan hati yang jernih untuk dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya,” tandas Yunahar Ilyas (Ihsan).

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles