33 C
Yogyakarta
Sabtu, September 19, 2020

Semarak Milad ke 33, UM Surabaya Libatkan Difabel Hias Bantaran Sungai

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Wejangan Ketua PDM Gunung Kidul dalam Pembinaan Ideologi Muhammadiyah

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul melakukan Pembinaan Ideologi Muhammadiyah di PCM Girisubo. Drs. H. Sadmonodadi, MA. Ketua PDM...

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di...

Kolaborasi HW Masa Pandemi Latgab Virtual

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Pandu Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro sungguh mapan. Jumat, 18 September 2020 di Laboratorium komputer MAM 8...

Deklarasi Millenial Peserta Masta IMM UMP Bersama Berbagai Tokoh

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan...

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...
- Advertisement -

SURABAYA, Suara Muhammadiyah- Dalam rangka memperingati Milad ke 33, Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar kegiatan dengan melibatkan para penyandang disabilitas. Salah satu di antaranya yaitu kegiatan menghias bantaran sungai dan sejumlah jembatan Sutorejo, Surabaya pada Sabtu (4/3).

Kegiatan bertajuk “Dikta, Difabel Adalah Kita”  ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa UMM, serta melibatkan siswa di Yayasan Pendidikan Anak Cacat dan Yayasan Pendidikan Anak Buta. Tampak di antara mereka memakai kursi roda dan juga tuna netra.

Mahasiswa Difabel UM Surabaya, Abdul Halim turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Meskipun hanya mampu menggunakan satu tangannya yang masih normal, pria tunadaksa ini turut serta dalam membuat gambar di dinding jembatan. Ia mengaku senang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. “Saya senang sekali ada kegiatan yang bisa ikut terlibat. Bahkan saya menjadi yang spesial di sini,” ungkapnya.

Disampaikan Halim bahwa kegiatan di luar akademis menurutnya sangat terbatas. Mengingat tidak semua perlombaan atau jalan sehat dirinya bisa terlibat, oleh karena itu dengan kegiatan ini ia merasa adanya kesempatan untuk mendukung prestasi dan aktualisasinya. “Saya juga ikut tampil dalam lomba paduan suara mewakilli jurusan,” tandasnya (Sulvi/ Yusri).

 

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles