31 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 9, 2020

Aisyiyah Sumbar Berikan Pembinaan Pada Napi Perempuan di Lapas 1A Muara Padang

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ketua LSBO PP Muhammadiyah Resmikan Rumah Kaligrafi Syaiful Adnan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan PusatMuhammadiyah, Drs Syukriyanto, M.Hum kemarin melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah...

PCIM Arab Saudi dan Suara Muhammadiyah Adakan Pelatihan Jurnalistik

MAKKAH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi (PCIM Arab Saudi) bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah (SM) menggelar pelatihan jurnalistik...

BTM Artha Surya Kabupaten Tegal Sinergikan Pengembangan AUM Pendidikan

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Membangun sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah BTM Artha Surya kabupaten Tegal peduli dengan pengembangan tindak lanjut. Yaitu merencanakan...

Covid Talk: Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah berbasis Teknologi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Berkenaan dengan adanya wabah Covid-19 di era generasi Z, maka teknologi merupakan sebuah media yang tidak boleh tertinggal...

Menghadapi Covid-19 Perlu Strategi dan Kemitraan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Allaster Cox, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia menyampaikan bahwa Australia sangat prihatin dengan kondisi di Indonesia...
- Advertisement -

PADANG, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat melalui Majelis Ekonomi melakukan pembinaan terhadap warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara 1A Padang. Berbagai macam binaan yang dilakukan meliputi pembinaan kreatifitas bagi warga Lapas seperti pembuatan sandal, serta pembuatan sabun untuk kehidupan rumah tangga. Kali ini, Majelis Ekonomi PWA Sumbar memberikan pelatihan pembuatan sabun melin pada senin (13/3) di Lapas 1A Padang.

Ketua PWA Sumbar, Meiliarni Rusli mengatakan bahwa program pelatihan pembuatan sabun melin ini merupakan program lintas lembaga kolaborasi antara Majelis Ekonomi dan Majelis-Majelis lainnya. Menurutnya, Aisyiyah tidak hanya menempa karakter dan kepribadian saja, namun juga sekaligus membekali warga binaan Lapas dengan keterampilan agar kelak ketika bebas dari Lapas bisa berwirausaha.

“Kita tidak hanya tempa dada mereka dengan akidah akhlaq saja tetapi juga memberikan mereka kail untuk melanjutkan hidup,” ungkapnya.

Disampaikan Meiliarni, program pembuatan sabun melin ini sudah berhasil dikembangkan oleh ibu-ibu Aisyiyah di seluruh Indonesia. Kendati demikian, program ini perdana dilakukan bagi warga binaan Lapas. Ia menjelaskan, sabun melin merupakan sabun yang diproduksi secara resmi oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah yang bahan bauknya didatangkan langsung dari Yogyakarta dan beredar luas di seluruh Indonesia termasuk Sumatera Barat.

“Sabun melin ini tidak berbusa sehingga nyaman dipakai dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dari warga binaan Lapas Muara 1A Padang. Hal ini tampak dari para warga binaan Lapas yang antusias menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber.

Meiliarni berharap, para warga binaan Lapas dapat mengikuti jalannya pelatihan yang diberikan dengan baik sehingga setelah habis masa tahanan bisa mendirikan home industry sabun. “Pelatihan sabun melin ini tidak hanya menghasilkan kreativitas saja tetapi juga bisa menghasilkan wirausaha baru kalau diproduksi secara rumahan atau disuply ke warung kecil juga akan membuat lapangan kerja baru,” tandasnya (RI/ Yusri).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles