22.5 C
Yogyakarta
Senin, Juli 6, 2020

Guru MTs Muhammadiyah Pimpin HW Trucuk

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

Yogyakarta, suaramuhammadiyah.id. Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai...

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...
- Advertisement -

KLATEN, Suara Muhammadiyah- Setelah melalui pemilihan yang dilakukan secara demokratis dalam Musyawarah Cabang Hisbul Wathan (HW) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Trucuk Kabupaten Klaten, akhirnya terpilih sebagai Ketua, Guru MTs Muhammadiyah Trucuk, Nur Ageng Yunanto, dengan dibantu oleh ketua bidang dan formatur lainnya.

Musyawarah Cabang HW PCM Trucuk Kabupaten Klaten yang digelar pada Senin (15/5) di Gedung Dakwah Muhammadiyah AR Fakhrudin Kreadenan, Trucuk, Klaten ini disaksikan oleh Pimpinan Daerah HW Kabupaten Klaten, Sukasno dan dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Trucuk, Muhammad Haroni.

Ketua PCM Trucuk, Muhammad Haroni dalam sambutannya mengatakan bahwa gerakan kepanduan Hisbul Wathan didirikan oleh Kyai Ahmad Dahlan pada tahun 1918. Di saat itu, Kyai Ahmad Dahlan mengisi pengajian di Solo dan melihat Vanvinder Pandu Keraton Surakarta sedang berlatih di alun-alun Keraton Surakarta. Melihat hal tersebut, Kyai terkesima dengan adanya kedisiplinan, ketertiban, dan kekompakan dalam kegiatan. Sepulang dari Solo, Kyai menyampaikan kepada teman-temannya di Yogyakarta untuk mendirikan kepanduan milik Muhammadiyah.

Selanjutnya, kata Haroni, gagasan tersebut diapresiasi oleh tokoh Muhammadiyah Yogyakarta yang akhirnya melahirkan gerakan Hisbul Wathan (HW) yang berarti pembela tanah air.

“Diberi nama Hisbul Wathan karena saat itu Indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Dari Hisbul Wathan akhirnya lahir pemimpin besar RI yakni Jendral Sudirman sebagai Panglima Besar TNI. Perlu diketahui, bahwa Jendral Sudirman berasal dari HW Cilacap,” pungkasnya (Paimin JS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles