30 C
Yogyakarta
Rabu, September 23, 2020

PWPM dan PWNA Sulteng Gelar Tasyakuran Milad dengan Gerakan Berbagi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Unismuh Persiapkan Pendirian Program S3 Ilmu Pendidikan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Satu lagi langkah inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam upaya mencapai kampus terkemuka dan unggul. Penghujung...

Tiga Ilmu Menjadi Pribadi Terbaik Menurut Rektor UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Masa orientasi studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah dikemas...

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah, Ikuti Koridor Organisasi

Muhammadiyah itu organisasi besar yang berdiri tegak di atas sistem, dengan amal usaha dan jaringan yang luas. Kekuatan Muhammadiyah berada dalam sistem,...

MIM Kenteng Gunakan Media Pembelajaran Berbasis Dakwah Budaya

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Menciptakan madrasah berbudaya sesuai dengan visi MI Muhammadiyah Kenteng. Dimuai dari para pendidiknya sebagai dasar penguatan madrasah...

Haji Muharram: Tokoh Muhammadiyah – Bupati Berau Meninggal Dunia

BERAU, Suara Muhammadiyah -  Innalillahi wa innailaihi rajiun, kabar duka dari keluarga besar Muhammadiyah Berau, Kalimantan Timur, Bupati Berau yang juga tokoh...
- Advertisement -

PALU, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulteng menggelar tasyakuran bersama yang dipusatkan di Panti Asuhan Aisyiyah Palu pada Selasa (16/5). Kegiatan dikemas secara sederhana dalam bentuk Gerakan Berbagai Makan (GBM) bersama anak panti asuhan, serta berbagi bingkisan berupa mukena untuk perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWM Sulteng Ahmad Dahlan memberikan apresiasi positif kepada dua ortom tersebut yang menggelar tasyakuran bersama. “Usia Nasyiatul Aisyiyah tahun ini sudah 88 tahun berdasarkan kalender hijriah dan usia Pemuda Muhammadiyah tahun ini adalah 85 tahun berdasarkan kalender miladiyah,” jelasnya.

Dahlan juga mengaku bersyukur atas kiprah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah di Sulteng. Menurutnya, dua ortom tersebut paling aktif dengan berbagai kegiatannya. “Khususnya Pemuda Muhammadiyah yang rutin menggelar coffee morning. Budaya ini perlu dilestarikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris PWM Sulteng Muha Amin Parakkasi dalam tausiyahnya menuturkan mengenai budaya tasyakuran. Menurutnya, hal ini sebagai sarana untuk memperbaiki yang belum baik serta meningkatkan yang sudah baik. Ia juga memberikan point positif kepada dua ortom tersebut atas digunakannya istilah tasyakuran, bukan perayaan. “Kita dituntut untuk terus bersyukur dan mengimplementasikan rasa syukur,” ujarnya.

Amin juga menghimbau agar Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah terus proaktif dalam menjalankan roda organisasi demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. “Kalau diundang rapat tidak hadir padahal punya kesempatan, berarti tidak bersyukur,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat lahan untuk dijadikan hak guna bagi Nasyiatul Aisyiyah Sulteng dalam mengembangkan amal usahanya. Penyerahan sertifikat diserahkan langsung oleh Ketua PWM Sulteng, Ahmad Dahlan kepada Ketua PWNA Sulteng, Nova Herlina yang disaksikan oleh Sekretaris PWM, Amin Parakkasi dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja.

“Inilah cara kami untuk terus berbagi,” jelas Nova Herlina (fdl)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles