pai
Dinamika persyarikatan

Muhammadiyah Klaten Gunakan Tarling Sebagai Media Perekat Umat

KLATEN, Suara Muhammadiyah- Dalam rangka merekatkan ukhuwah Islamiyah di antara sesama umat Islam dari berbagai faham dan aliran, warga Muhammadiyah Trucuk, Klaten menyelenggarakan Tarling (Taraweh Keliling) dengan melibatkan unsur Pimpinan, Majelis, organisasi otonom, dan ranting se-Kecamatan Trucuk.

“Kegiatan Tarling ini dilaksanakan dengan berpindah-pindah tempat. Selain sebagai media perekat umat, Tarling ini juga sebagai sarana taaruf dan silaturahim,” tutur Ketua Majelis Tabligh PCM Trucuk, Abdullah Supadi pada Tarling putaran perdana di Masjid An Nur Trucuk, Selasa (30/5).

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa pada bulan puasa tahun 1438 H ini, Majelis Tabligh PCM Trucuk rencananya akan menggelar Tarling sebanyak 4 kali yakni pada  setiap malam Rabu. Mengawali tarling putaran pertama yang dilaksanakan di Masjid An Nur, peserta Tarling membludag hingga di pelataran dan samping Masjid. Hal ini ditengarai mengingat banyaknya warga Muhammadiyah dan simpatisan yang berlokasi dan berjamaah di tempat tersebut.

Bertindak sebagai imam yakni HM. Haroni dan khotib Wakhid Syaefuddin. Dalam ceramahnya, ia mengajak kepada jamaah yang hadir untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT dengan jalan menjalankan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.

“Untuk beribadah kepada Allah, marilah kita menjalankan sholat 5 waktu berjamaah di Masjid. Ini sebagai benteng iman kita. Disamping itu, dalam menjalankan sholat jangan sampai ditunda-tunda. Shalat yang baik adalah di awal waktu, meski sholat dalam waktunyapun juga tidak mengapa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wakhid juga mengingatkan kepada jamaah yang hadir untuk tidak lupa dalam mencapai kebahagiaan di akhirat agar terhindar dari siksa api neraka.

‘Maka jangan sendiri saja, melainkan ajak keluarga kita agar terhindar dari siksa api neraka. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” pungkasnya (Paimin JS).

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *