31.1 C
Yogyakarta
Senin, September 28, 2020

‘Bung Karno Bilang Islam Sebagai Agama Telah Selesai Tapi Pemahaman Islam Belum Selesai’

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Mataf UMY, Haedar Nashir: Jadilah Cendekiawan Berintegritas

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan Masa Ta’aruf (Mataf) sebagai agenda yang wajib diikuti oleh para mahasiswa baru...

‘Aisyiyah Bangunjiwo Barat Gelar Cek Kesehatan Gratis

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat pada Ahad, 27 September 2020 membersamai ibu-ibu Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA)...

Pengkajian PDM Solok Bangkitkan Ghirah Bermuhammadiyah

SOLOK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok melakukan pengkajian Muhammadiyah bagi PCM/PCA, organisasi otonom dan Amal Usaha, di MtsM Muhammadiyah,...

Lindungi Guru dari Covid-19, LLHPB ‘Aisyiyah Riau Bagikan 80 Paket APD

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) pimpinan wilayah 'Aisyiyah (PWA) Riau pada Jumat (25/9/2020) pagi membagikan Alat...

Banjir Bandang Sukabumi, Muhammadiyah Bantu Warga berbasis Prokes

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah– Satu pekan pasca banjir bandang yang menerjang Sukabumi, Muhammadiyah tetap taati aturan protokol kesehatan dalam memberikan bantuan pelayanan bagi...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menjadi narasumber diskusi ‘Ngaji Bareng Bung Karno’ di Megawati Institute, Jakarta, Senin (12/6/2017). Dalam kesempatan itu, Mu’ti mengingatkan tentang petuah-petuah berkemajuan dari sosok Soekarno yang merupakan salah satu kader Muhammadiyah.

Pemikiran-pemikiran Bung Karno tentang Islam banyak terinspirasi dari para pembaharu muslim semisal Muhammad Abduh hingga Ahmad Dahlan. Memadukan banyak gagasan dari berbagai pemikir muslim, Bung Karno memiliki pemahaman agama seperti Muhammadiyah. Bahkan jauh melampaui. Dimana Bung Karno tidak ingin setengah-setengah dalam mendalami agama Islam. “Oleh karena itu, Bung Karno itu lebih-lebih dari Muhammadiyah,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca: Serupa Soekarno, Presiden Jokowi: Saya Cinta Muhammadiyah

Pemahaman Islam yang dipegang Bung Karno, kata Mu’ti, jauh lebih maju dan modern. Seperti suatu ketika, ada peralatan rumah tangga milik istri kelimanya Ratna Djuamy dijilati oleh anjing. Kala itu Ratna ingin menghilangkan najis dengan menggunakan tanah sesuai hukum fikih. Namun Bung Karno menolaknya, karena pada saat jaman nabi tidak ada sabun. Tanah ketika itu hanya sebagai sarana membersihkan, bukan suatu tujuan yang mutlak dan tidak bisa berubah.

“Tapi Soekarno kembali katakan saat jaman nabi tidak ada sabun dan akhirnya Ratna mencuci itu dengan sabun. Yang dimana dalil itu diakui oleh Peneliti dari Mesir pada tahun 2012,” tutur Mu’ti. Pendapat tentang kebolehan mencuci menggunakan sabun ini sesuai dengan yang tertuang dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.

Baca : Haedar Nashir: Soekarno Peroleh Inspirasi Islam Berkemajuan dari Kyai Dahlan

Dari peristiwa itu, Mu’ti menyatakan bahwa Bung Karno memiliki pemikiran Islam Berkemajuan. Islam tidak boleh jumud atau terpaku pada pemahaman lama. Islam juga harus menyesuaikan dengan kondisi jaman yang semakin modern. Sehingga apa yang dikatakan Bung Karno adalah tepat.

“Bung Karno mengatakan Islam sebagai agama telah selesai tapi pemahaman Islam belum selesai. Yang dimaksud Soekarno adalah bagaimana pemahaman kita kepada agama itu harus direfresh,” papar Mu’ti. Pemahaman terhadap Islam harus selalu membuka pintu ijtihad baru. Sehingga nilai-nilai substansial dan universalitas Islam bisa membumi sesuai dengan konteks ruang dan waktu yang terus berubah. (Ribas)

Baca : Kala Soekarno Bertemu Kiai Dahlan

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles