30 C
Yogyakarta
Rabu, Juli 8, 2020

Komitmen Berantas TB, ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta Adakan Sosialisasi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

FGM Purworejo Rancang Kemajuan Bidang Pendidikan

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi dan Bincang Pendidikan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom SMP...

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di Karanganyar

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang...

Lazismu Medan dan Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Medan terus melakukan penguatan perannya dengan membangun jejaring dengan pihak lain. Kali ini Lazismu Kota Medan...

Cegah Negara Menjadi Neo-Otoritarian

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rembug Nasional digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam memandang dinamika kebangsaan aktual. Dalam hal ini terkait Ancaman Kebebasan Sipil...

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Sebagai tindak lanjut Deklarasi Kota Yogyakarta Peduli Tuberkulosis (TB), Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta melalui SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan sosialisasi dan skrining rutin TB di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang dilaksanakan selama dua hari pada Senin-Selasa (31/7-1/8).

Dalam pelaksanaannya, SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta sebagai pelaksana program penanggulangan TB dan HIV-AIDS berbasis masyarakat ini bekerjasama dengan Majelis Kesehatan PDA Kota Yogyakarta, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Dana Sehat Muhammadiyah (DSM), RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDA dan PDM Kota Yogyakarta.

Dalam kegiatan sosialisasi dan skrining rutin TB ini, dihadirkan pemateri dari tim SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, Dokter dari DSM, serta kader TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta yang sudah terlatih.

Koordinator Pelaksana Program SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, Rakhmawati menuturkan bahwa latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini di sekolah-sekolah Muhammadiyah adalah mengingat sekolah dinilai menjadi tempat yang utama untuk mempelajari hal-hal baru.

“Sekolah menjadi rumah kedua sebagian besar anak-anak usia 5-18 tahun. Sebagian besar anak-anak menghabiskan waktu kedua paling banyak setelah di rumah adalah di sekolah,” ujarnya.

Dijelaskan Rakhmawati, kegiatan penyuluhan di sekolah dapat dilakukan untuk beberapa subjek yang berbeda di antaranya siswa sekolah, guru dan pegawai, serta orang tua murid. “Sosialisasi langsung untuk siswa, guru, dan pegawai dapat dilakukan pada saat studium general masa pekan ta’aruf, atau setiap saat melalui media kampanye berupa pamflet yang dipasang atau dibagikan. Untuk sosialisasi bagi orang tua murid pada saat pengambilan rapot,” jelasnya.

Sedangkan untuk kegiatan skrining, lanjutnya, dilaksanakan setelah proses sosialisasi yang dapat dilaksanakan setiap saat oleh dokter DSM pada saat praktek di sekolah.

“Apabila dari hasil skrining diketahui ada indikasi harus dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah, maka kader ‘Aisyiyah berperan sebagai pendamping terduga TB untuk memastikan pemeriksaan dilakukan dengan benar, serta mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat,” terangnya.

Rakhmawati berharap, dengan adanya kegiatan ini kedepannya akan muncul kepedulian terhadap TB bagi para siswa, guru, dan karyawan di sekolah.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini para siswa, guru, dan karyawan menjadi lebih mengerti tentang TB sehingga muncul kepedulian terhadap TB. Jika ada yang terindikasi terkena TB maka segera memberitahu ibu-ibu kader ‘Aisyiyah terdekat, perawat, dokter, maupun tim SSR untuk selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan dan ditangani sampai tuntas sehingga mampu memutus rantai penularan,” pungkasnya (Yusri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles