guru
Berita

FGM Sebagai Wadah Guru Muhammadiyah Berkemajuan

KLATEN, Suara Muhammadiyah–  Ribuan guru Muhammadiyah yang terdiri dari guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Muhammadiyah beserta karyawannya telah terwadahi dalam sebuah wadah yang disebut dengan Forum Guru Muhammadiyah (FGM). Eksistensi FGM pada Sabtu (19/8) telah dideklarasikan keberadaannya. FGM  sebagai wadah yang  mewadai guru dan karyawan Muhammadiyah untuk berkemajuan, yang mengambil tempat di GOR Gelarsena Klaten. Di dalam kepengurusannya  terdapat lembaga advokasi, pelatihan, litbang, dan bagian kewiraswastaan.

Hadir dalam acara tersebut antara lain: Ketua PDM Klaten H Abdul Rodhi, Kakan Kemenag yang diwakil H Wahib, dan sejumlah tamu undangan lainnnya.

Ketua Panitia Deklarasi FGM Klaten, Aris Munawar, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah untuk membentuk karakter guru Muhammadiyah agar bisa lebih profesional. Selain itu, deklarasi ini juga untuk menunjukkan kepada warga Muhammadiyah bahwa Klaten sudah memiliki FGM. Pasalnya FGM ini sudah terbentuk baik ditingkat pusat, wilayah dan yang terakhir di tingkat daerah.

“Ini sebetulnya sudah dilantik satu tahun lalu, namun untuk deklarasinya baru kami lakukan saat ini. Semua yang tergabung dalam FGM ini tidak hanya guru melainkan juga karyawan pendidik,” ujarnya Lebih lanjut Ia menambahkan, beberapa lembaga kegiatan juga akan diikut sertakan dalam FGM ini, diantaranya lembaga advokasi, pelatihan penelitian dan pengembangan, serta lembaga kewirausahaan. Sehingga dengan begitu seluruh guru dan karyawan bisa menyalurkan aspirasi mereka pada forum ini untuk menjadi tenaga pendidik yang berkemajuan.

Sementara itu, Katua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Abdul Salim, menambahkan, untuk saat ini jumlah guru Muhammadiyah di Kabupaten Klaten ada sebanyak 2.200 guru. Dari total jumlah tersebut, untuk guru yang sudah terverifikasi sebanyak kurang lebih 1.000 guru.

“Dari FGM ini kami mengharapkan bisa membuat sekolah yang kita kelola meningkat klusternya dari rintisan mandiri menjadi mandiri dan yang terakhir menjadi sekolah unggulan. Untuk saat ini sekolahan yang kita usulkan ke provinsi untuk menjadi sekolah unggulan ada 10 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA,” kata dia. (Paimin)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *