31 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 2, 2020

PCM Amanuban Timur NTT Gelar Seminar Toleransi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Resmi Terima SK Pengurus, Lazismu Aceh Tenggara Tingkatkan Progres

KUTACANE, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) menyatakan komitmennya melanjutkan pengumpulan zakat di Kute Cane, Kabupaten Aceh...

Museum Muhammadiyah Rasa Internasional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Abad kedua ini dakwah Muhammadiyah telah melintas batas ke berbagai penjuru dunia. Muhammadiyah hadir di lima benua...

Cara Unik Program Ketahanan Pangan Ala Lazismu Pulang Pisau

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah -  Akibat dampak pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi masyarakat, Lazismu Pulang Pisau besama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center...

Bantuan Lengkap, MDMC Aceh Peduli Pengungsi Rohingya

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh menyerahkan bantuan kepada para pengungsi Rohingya. Bantuan diserahkan langsung...

Muhammadiyah Boarding School Makassar Cetak Generasi Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar kerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Makassar mengelola dan membina pesantren modern diberi nama Muhammadiyah Boarding...
- Advertisement -

NUSA TENGGARA TIMUR, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Amanabuban Timur So’e Nusa Tenggara Timur menggelar seminar dengan tema menghargai perbedaan; Agama dan Tantangan Masa Depan Dalam Perspektif Agama-Agama di aula SD Muhammadiyah Amanuban, Sabtu (02/092017).

Seminar menghadirkan tiga narasumber, Majelis Ulama Indonesia Burhan Nogo, Klasis Amanuban Timur Pdt. Blegur dan Paroki Amanuban Timur Rm. RD Maximus M Amfotis, serta tokoh agama tokoh adat dan pemerintah setempat.

Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Amanuban Timur yang juga sebagai tokoh Agama dan tokoh adat Abdul Qodir Lenamah mengatakan, penyelenggaraan seminar dengan tema utama toleransi di harapkan menjadi bagian penguatan semangat penghargaan atas realitas keberadaan di tanah air. Akhir-akhir ini, tuturnya semangat penghargan demikian acapkali terganggu dengan banyak konflik kepentingan yang mengorbankan sikap saling toleransi.

“Kita amat mengharapkan, diskusi kali ini bisa menumbuhkan kesadaran tentang adanya realitas yang berbeda, bahwa kita hidup bersama-sama dalam kondisi keragaman, suku agama dan lainnya,” ujar Abdul Qodir.

Dari sudut pandang keagamaan, dia mengutip kalimat KH Ahmad Dahlan bahwa ‘Kasih Sayang dan Toleransi adalah kartu identitas orang Islam’. “Jadi kami warga Muhammadiyah di Amanuban Timur Insya Allah tetap dalam komitmen hidup berdampingan satu dengan yang lain begitupun saudara kami yang dari Katolik dan Protestan,” katanya.

Sementara Muhammad Tabun mengatakan, semangat penghargaan di masyarakat seringkali tercederai oleh adanya pihak-pihak yang kurang bisa menghargai keragaman. “Penumbuhan kesadaran di kalangan muda menjadi salah satu jalan pengurangan resiko tersebut,” tuturnya.

Adapun Usama Fallo mengatakan, pentingnya semua anak bangsa untuk menghargai perbedaan di sekitar kita. “Sikap saling toleran mengharuskan berempati, menempatkan diri pada realitas keragaman dan tidak menggunakan standar kita dalam mengukur yang lain,” tandasnya. (Andi U. Lenamah) IMG-20170903-WA0005

Baca : 

Syafii Maarif: ‘Coba Saja Cari di Al-Quran, Apakah Islam Mengajarkan Teror? Tidak Ada’

Muhammadiyah Siapkan Buku Ajar Kemuhammadiyahan untuk Mahasiswa non-Muslim

Muhammadiyah dari Sudut Gereja

Ketika Non-Muslim Percaya pada Institusi Pendidikan Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles