31 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 2, 2020

Santri Mu’allimin, Calon Pemimpin

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Resmi Terima SK Pengurus, Lazismu Aceh Tenggara Tingkatkan Progres

KUTACANE, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) menyatakan komitmennya melanjutkan pengumpulan zakat di Kute Cane, Kabupaten Aceh...

Museum Muhammadiyah Rasa Internasional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Abad kedua ini dakwah Muhammadiyah telah melintas batas ke berbagai penjuru dunia. Muhammadiyah hadir di lima benua...

Cara Unik Program Ketahanan Pangan Ala Lazismu Pulang Pisau

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah -  Akibat dampak pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi masyarakat, Lazismu Pulang Pisau besama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center...

Bantuan Lengkap, MDMC Aceh Peduli Pengungsi Rohingya

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh menyerahkan bantuan kepada para pengungsi Rohingya. Bantuan diserahkan langsung...

Muhammadiyah Boarding School Makassar Cetak Generasi Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar kerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Makassar mengelola dan membina pesantren modern diberi nama Muhammadiyah Boarding...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta adakan kuliah umum kepemimpinan pada Senin, 4 Desember 2017 bertempat di Aula Madrasah. Acara ini merupakan rangkaian milad ke 99 tahun Madrasah Muallimin yang puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2017 dan dihadiri oleh menteri pendidikan, Prof Dr Muhadjir Effendy. Hadir sebagai pembicara kuliah umum ini yakni Bupati Kulonprogo, dr H Hasto Wardoyo SpOG, didampingi Direktur Muallimin, Ali Aulia SI MHum.

“Orang yang usianya sudah 50 tahun, tapi kalau belum selesai hidupnya, berarti ada yang salah dalam hidup. Kalau sudah 50 tahun tapi masih susah, berarti ada yang salah pada proses hidupnya,” ujar Ali Aulia mengutip statement Hasto Wardoyo dalam sambutannya untuk memotivasi para santri.

Ali Aulia berharap acara ini dapat menginspirasi santri Muallimin untuk membangkitkan etos dan membangkitkan semangat karena mereka adalah kader pemimpin masa depan, kader ulama masa depan, dan kader pendidik masa depan, sebagaimana visi dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.24301414_294675301052064_3861548432174140890_n

Dalam kuliah umumnya, Hasto Wardoyo menjelaskan bagaimana pemimpin yang baik, salah satunya dengan belajar dari trikompetensi dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. “Saya sangat setuju dengan trikompetensi dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ini adalah hal yang sangat bagus,” ujar Hasto Wardoyo.

Menurut Hasto, sisi religiusitas diantaranya meliputi sifat sidiq, amanah, fatonah harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Begitupun dengan intelektualitas dan humanitas. Katanya, pemimpin harus melengkapi ilmunya dengan membaca, sesuai dengan perintah al-Qur’an, iqro’. Humanitas ditunjukkan dengan mengutamakan kepentingan umum dan harus memiliki solidaritas yang tinggi. Hasto  menekankan kalau ingin menjadi pemimpin yang cendikiawan, tidak boleh mudah marah dan tidak boleh mudah tersinggung.

Hasto juga menegaskan bahwa generasi muda selalu menjadi agent of change. “Generasi muda selalu menjadi agent of change. Adik-adik betul-betul adalah generasi emas tahun 2045. Anda saya doakan menjadi pemimpin besar di Indonesia,” tutup Hasto. (Anita/Uzi/Foto: Humas Mu’allimin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles