Berita

Santri Mu’allimin, Calon Pemimpin

24300950_294675327718728_3464704437037208578_n
Shares

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta adakan kuliah umum kepemimpinan pada Senin, 4 Desember 2017 bertempat di Aula Madrasah. Acara ini merupakan rangkaian milad ke 99 tahun Madrasah Muallimin yang puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2017 dan dihadiri oleh menteri pendidikan, Prof Dr Muhadjir Effendy. Hadir sebagai pembicara kuliah umum ini yakni Bupati Kulonprogo, dr H Hasto Wardoyo SpOG, didampingi Direktur Muallimin, Ali Aulia SI MHum.

“Orang yang usianya sudah 50 tahun, tapi kalau belum selesai hidupnya, berarti ada yang salah dalam hidup. Kalau sudah 50 tahun tapi masih susah, berarti ada yang salah pada proses hidupnya,” ujar Ali Aulia mengutip statement Hasto Wardoyo dalam sambutannya untuk memotivasi para santri.

Ali Aulia berharap acara ini dapat menginspirasi santri Muallimin untuk membangkitkan etos dan membangkitkan semangat karena mereka adalah kader pemimpin masa depan, kader ulama masa depan, dan kader pendidik masa depan, sebagaimana visi dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.24301414_294675301052064_3861548432174140890_n

Dalam kuliah umumnya, Hasto Wardoyo menjelaskan bagaimana pemimpin yang baik, salah satunya dengan belajar dari trikompetensi dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. “Saya sangat setuju dengan trikompetensi dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ini adalah hal yang sangat bagus,” ujar Hasto Wardoyo.

Menurut Hasto, sisi religiusitas diantaranya meliputi sifat sidiq, amanah, fatonah harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Begitupun dengan intelektualitas dan humanitas. Katanya, pemimpin harus melengkapi ilmunya dengan membaca, sesuai dengan perintah al-Qur’an, iqro’. Humanitas ditunjukkan dengan mengutamakan kepentingan umum dan harus memiliki solidaritas yang tinggi. Hasto  menekankan kalau ingin menjadi pemimpin yang cendikiawan, tidak boleh mudah marah dan tidak boleh mudah tersinggung.

Hasto juga menegaskan bahwa generasi muda selalu menjadi agent of change. “Generasi muda selalu menjadi agent of change. Adik-adik betul-betul adalah generasi emas tahun 2045. Anda saya doakan menjadi pemimpin besar di Indonesia,” tutup Hasto. (Anita/Uzi/Foto: Humas Mu’allimin)

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *