Berita

Buya Syafii Maarif dan Pak Amien Rais

c7f088ea-c629-4bcb-bf89-3491c65cdaee
Shares

Oleh: Erik Tauvani Somae

Baru saja (Selasa, 5 Desember 2017, jam 08.47), melalui WhatsApp, Buya mengirim gambar ini, gambar dirinya duduk bersebelahan dengan sahabat karibnya, Pak Amien Rais. Raut wajah keduanya tampak ceria. Pak Amien tersenyum tulus dan Buya tampak riang dengan agak menahan tawa. Kedua-duanya adalah sahabat seperjuangan sejak lama. Sama-sama berjuang menimba ilmu di negeri orang. Sama-sama berjuang di Persyarikatan Muhammadiyah. Sama-sama berjuang untuk keindonesiaan. Meskipun berbeda gaya dan cara, kedua-duanya adalah Guru Bangsa.

Sesaat setelah pesan gambar ini masuk, saya kirim balasan ke Buya: “Foto kapan ini, Buya?” Kemudian Buya menjawab: “Tadi pagi secara kebetulan jumpa di Adi Sucipto”. “Buya hendak ke mana?” tanyaku lagi. “Ke Betawi,” jawab Buya.

Saat ini, di tengah keganasan politik dalam negeri yang bergemuruh tanpa henti di media sosial, siang dan malam, siapapun bisa menjadi mangsa hanya karena beda pendapat. Tidak terkecuali kedua tokoh ini. Bagi sebagian kalangan yang telah merdeka sejak dalam pikiran, meskipun berbeda, kedua tokoh ini tetap dipandang sebagai sosok yang telah berjasa dan dengan tulus berjuang untuk Indonesia. Contohnya adalah Pak Mahfud MD. Dalam akun tweeternya yang diposting pada 3 Desember 2017 pukul 09.13, Pak Mahfud berkata: “Ada yang mencela Amien Rais. Ada yang menghardik Buya Syafii Maarif. Sy sungguh hormat kpd Pak Amien dan Buya Syafii krn sampai sepuh seperti itu masih berjuang dgn tulus utk Indonesia yg kita cintai. Semoga Allah merahmati kedua beliau. Soal perbedaan jalur juang, tdk apa2. Itu hak.”

Dalam Memoar Anak Kampung yang ditulis oleh Buya Syafii, di sana tampak jelas betapa Buya selalu mengenang persahabatan keduanya yang amat manis. Bahkan, Buya tidak pernah melupakan kiprahnya di Persyarikatan yang bermula atas jasa Pak Amien Rais. Ketika kediaman Pak Amien beberapa waktu yang lalu mendapatkan teror dari orang tak dikenal, Buya saat itu langsung menuju rumah Pak Amien untuk memastikan semua baik-baik saja.

Meskipun saat ini kerap berbeda pandangan, keduanya tidak pernah saling hantam di depan media. Tidak saling menjelek-jelekkan. Anak Bangsa patut belajar pada kedua tokoh ini. Belajar tentang perbedaan pendapat, belajar tentang saling menghormati, belajar tentang kerukunan, persatuan, dan tentang persahabatan.

Semoga Allah Swt selalu merahmati mereka berdua.

86bfc685-755e-4d7a-8fc2-14e71794f510

Baca: 

Syafii Maarif: Guru Aisyiyah yang Dibayar Murah Lebih Berhak Masuk Surga Daripada Saya 

Amien Rais: Perbedaan Organisasi, Mazhab, Partai Tidak Ditanyakan di Akhirat

Buya Syafii Menunggu Antrian

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

2 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *