Kolom

Konflik Palestina dalam Perspektif Muslim Amerika dan Pengkhiatan Donald Trump

netanyahu trump
Shares

Oleh Imam Shamsi Ali*

Sekali lagi masalah Palestina, khususnya kota Al-Quds (Jerusalem) sangat kompleks dan tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Masalah yang harusnya tidak dilihat dengan kacamata tunggal. Isunya bukan sekedar isu tunggal, sehingga selesai dengan penyelesaian tunggal. Tapi memerlukan multi dimensi pendekatan (multi dimensional approaches).

Konflik Palestina-Israel mencakup isu geografis, politik, sosial, ekonomi, kemanusiaan dan juga sentimen agama. Sehingga hanya orang yang berpikiran kurang stabil yang ingin menyelesaikannya dengan penyelesaian politik dalam bentuk konferensi pers 10 menitan. Kebijakan seperti itu sangat berbahaya (reckless) tidak saja terhadap Timur Tengah. Tapi justeru menjadi ancaman terhadap perdamaian dunia.

Perspektif Muslim Amerika

Masyarakat Muslim Amerika melihat permasalahan Palestina dalam beberapa perspektif. Sebagai manusia, permasalahan Palestina adalah permasalahan kemanusiaan (humanitarian issue). Sebagai Muslim, isu ini adalah isu Islam (an Islamic issue). Tapi sebagai warga Amerika, isu ini juga menjadi isu Amerika (an American issue).

Pertama, masalah Palestina sejatinya tidak pas untuk diistilahkan dengan kata konflik. Konflik itu terjadi ketika ada dua pihak seimbang yang mengalami bentrokan (clash). Dalam masalah Palestina Israel bukan dua pihak yang bentrok sejatinya. Tapi satu pihak (Israel) melakukan penjajahan kepada pihak yang lain (Palestina). Oleh karenanya istilah konflik sesungguhnya kurang pada tempatnya untuk dipopulerkan.

Tapi bukan hal ini yang ingin saya bahas. Justeru masalah sesungguhnya yang ingin saya tekankan di sini bahwa isu Palestina dan Israel adalah juga isu kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan universal mengajarkan bahwa salah satu hak asasi yang paling mendasar bagi semua manusia adalah kemerdekaan (right to freedom). Dan karenanya sebelum Palestina memerdekan diri dari penjajahan Israel maka isu HAM mendasar ini harus menjadi acuan dalam berbagai permbahasan.

Sungguh sangat aneh ketika dunia sibuk membahas kekerasan-kekerasan yang terjadi, membahas isu-isu sampingan, termasuk bagaimana negara-negara Islam mengakui negara Israel. Tapi isu yang paling mendasar, yaitu hak asasi bangsa Palestina untuk merdeka terabaikan secara sistimatis.

Oleh karenanya sangat sukar untuk menemukan penyelesaian dalam berbagai masalah yang ada di antara kedua negara dan bangsa ini, selama Palestina masih terjajah. Dengan kata lain, kunci penyelesaian konflik ini adalah kemerdekaan negara Palestina. Dan ini adalah isu kemanusiaan yang universal. Persis ketika UUD 45 mengajarkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan oleh karenanya penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan.

Kedua, masalah Palestina adalah masalah keagamaan. Singkatnya semua individu Muslim, jika memang punya iman di dadanya akan merasakan masalah ini sebagai masalahnya. Saya bukan orang Arab, apalagi Palestina. Tapi masalah Palestina terasa menghunjam ke dalam sanubari hati saya. Karena itu adalah ikatan iman.

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg