Direktur Pembinaan SMK Imbau Sekolah Kejuruan Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...

Bantu Pemerintah, Muhammadiyah Pinrang Bentuk Tim MCCC

PINRANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim tersebut dibentuk dalam rangka...

Ikhtiar 35 Rumah Sakit Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Rawat Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir satu bulan melaksanakan tugas penunjukan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) tempat perawatan pasien Covid-19, secara...
- Advertisement -
SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr Ir Bakrun mengatakan, perkembangan teknologi dan informasi di dunia sangat cepat dan tidak bisa menolak perkembangan tersebut. Indonesia sendiri perkembanganya sangat cepat dalam 5 tahun terakhir. Maka, sekolah kejuruan harus dapat mempersiapkan generasi mendatang dan menjawab tantangan masa depan.

“Ini luar biasa cepatnya. Kita tidak bisa menolak perkembangan itu. Apakah kita berfikir Go-Jek dan Uber itu menjadi besar seperti ini? Apakah kemarin kita berfikir belanja barang bisa dilakukan di rumah sendiri? . Kita juga tidak perlu memesan makanan di restoran, tahu-tahu sudah datang,” kata Dr. Bakrun saat berkunjung di SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Sabtu (31/03/2018).

Sedangkan, lanjut dia, Amerika dan China membutuhan 20 tahun untuk bisa menerima dan berkembang. Sedangkan, Indonesia cuma 5 tahun omsetnya sudah bisa melebihi. Awalnya, orang Indonesia yang melakukan itu lewat Go-Jek.

“Kita sudah harus berubah, sekecil apapun yang bisa kita lakukan akan dapat bermanfaat,” ujarnya.

Kemudian, dalam mempersiapkan tantangan masa depan, sekolah kejuruan harus mempersiapkan generasi yang akan datang. Walaupun, banyak orang menilai sekolah kejuruan juga menjadi tempat peningkatan pengangguran paling banyak.

“Kalau itu tidak masalah, kita tidak perlu menjawab itu. Kita jawab saja apa iya anak-anak kita sudah baik bekerja sesuai dengan kompetensinya. Kita jawab dengan tindakan karena itu salah satu prinsip di Muhammadiyah. Dakwah bil hal lebih banyak dibandingkan dakwah bil lisan,” tambahnya.

Lanjut dia, sekolah kejuruan negeri dan swasta di Indonesia harus menjawab tantangan masa depan dengan meningkatkan mutu yang baik. Berkembang dengan baik, tidak mengenal latar belakangnya.

“Semua harus dipersiapkan. Kalau sudah dipersiapkan sekolahnya pasti serius. Muhammadiyah sudah membangun masjid di sekolah ini dengan megah pastinya serius, mudah-mudahan semua warga sekolah juga harus serius dan mendukung prosesnya,” imbuhnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Nur Indah Yuniati mengatakan, selama diberikan amanah dua periode kepemimpinan sudah ada perkembangan yang bagus. Dahulu, hanya memiliki 160 siswa sekarang sudah menjadi 326 siswa.

“Alhamdulillah, selama dua periode ini sudah bagus. Dulu kami hanya memiliki 160 siswa, tahun ini 326 siswa. Mohon doa restunya semoga jumlah peserta didik yang diamahkan kepada kami bisa bertambah lagi dan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari masyarakat,” kata Indah.

Lanjut dia, bukan hanya jumlah siswa yang bertambah, tetapi ada tambahan jurusan yaitu animasi. Jurusan ini termask dalam industri kreatif yang bisa mensuport dua jurusan yang sudah ada.
“Di Semarang ini masih cukup bagus jurusan akuntansi dan pemasaran. Semua perusahaan pasti ada yang membidangi bisnis menajemen. Cuman produknya bisa sepenuhnya bisa di maksimalkan agar bisa menjadi lebih baik lagi. Kepercayan masyarakat kepada kami juga akan bertambah lagi sehingga SMK Muhammadiyah 1 Semarang bisa menjadi sekolah yang lebih maju lagi,” imbuhnya. (Meirza Musaqqif Ichsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles