obrolan_cendekia
Dr Abdul Mu'ti, MEd Dok SM
Dr Abdul Mu'ti, MEd Dok SM
Berita

Kontroversi Puisi Sukmawati, Abdul Mu’ti: Umat Islam Sudah Seharusnya Memaafkan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri menuai kontroversi. Puisi tersebut dibacakannya pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Beberapa mempermasalahkan dan bahkan berbuntut saling lapor. Memunculkan kegaduhan di media sosial.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengajak umat Islam untuk berbaik sangka. Menurutnya, Sukmawati Soekarnoputri tidak berniat menghina Islam lewat puisi ‘Ibu Indonesia’. Oleh karena itu, umat Islam bisa memaafkan kekhilafan Sukmawati.

“Saya kira Ibu Sukmawati tidak bermaksud menghina Islam. Sepertinya beliau bermaksud agar bangsa Indonesia tetap memelihara budaya Indonesia dengan senantiasa berbusana dan berbudaya nasional. Terkait dengan azan yang tidak merdu, mungkin yang biasa beliau dengar sedang pas tidak merdu,” katanya. Bait-bait itu harus diinterpretasikan sesuai kapasitasnya.

Menurut Mu’ti, Sukmawati berasal dari keluarga muslim yang taat beribadah. Ia menilai Sukma sedang melakukan otokritik dan berupaya menyampaikan pesan untuk memelihara budaya Indonesia. Bahkan merupakan keturunan dari tokoh Muhammadiyah, Seokarno dan Fatmawati.

“Ibu Sukmawati adalah seorang muslimah. Beliau adalah anak dan cucu para tokoh muslim. Bung Karno dan Ibu Fatmawati adalah muslim yang taat beribadah dan sangat maju. Begitu pula dengan kakek beliau KH Hasan Din di Bengkulu. Sebagai seorang muslimah tidak mungkin beliau berniat dan sengaja menghina Islam dan umat Islam. Lebih tepatnya beliau sedang melakukan otokritik,” tuturnya.

Mu’ti berpandangan, Sukmawati mungkin khilaf dan imannya sedang menurun. Oleh karena itu, dia perlu untuk diwadahi dan dirangkul. Muhammadiyah siap mendampingi jika Sukma ingin memperdalam Islam. Mu’ti meminta umat Islam tidak bereaksi berlebihan atas puisi tersebut.

“Mungkin jiwa dan keimanan beliau sedang lemah. Sebagaimana mengatakan sendiri, pemahaman Islam-nya lemah atau kurang. Karena itu umat Islam sudah seharusnya memaafkan beliau. Dan jika beliau ingin meningkatkan dan memperdalam Islam, Muhammadiyah siap mendampingi dan bersama-sama mengamalkan Islam,” ujarnya.

Kepada segenap umat, Mu’ti meminta untuk tetap tenang dan mengerahkan energi pada hal-hal yang lebih produktif. “Umat Islam hendaknya tidak bereaksi berlebihan. Sebaiknya, umat Islam tetap menjaga situasi yang kondusif, menjaga persatuan bangsa, dan menjadi teladan dalam kehidupan kebangsaan,” ungkap Mu’ti. (ribas)

Berikut puisi lengkap Sukmawati berjudul ‘Ibu Indonesia’:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.