Berita

Haedar Nashir: Kontestasi Politik Harus dalam Koridor Konstitusi

hlqshot_384
Shares

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan segenap kekuatan bangsa untuk bersatu padu dalam mewujudkan kemakmuran rakyat dan kemajuan bangsa. Termasuk di dalamnya peranan partai politik yang tidak bisa dinafikan. Haedar berpesan supaya para tokoh dan aktivis partai politik senantiasa menjaga nilai-nilai moralitas, sesuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara. Guna mewujudkan hal itu, kontestasi politik harus berjalan sesuai koridor konstitusi.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir dalam acara Halaqah Kebangsaan yang dilangsungkan PP Muhammadiyah, pada Kamis (12/4/2018) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta. Halaqah ini memiliki makna penting untuk memperkuat demokrasi, mencipta iklim positif, membangun idealisme, dan kemajuan bersama.

“Konstentasi politik baik 2018 atau 2019 selalu ada dalam koridor konstitusi, prinsip-prinsip demokrasi dan moralitas, tetapi tidak kalah pentingnya, tidak boleh memecah belah, menimbulkan keretakan dan permusuhan di tubuh bangsa ini,” kata Haedar,

Ada beberapa poin yang disampaikan Haedar sesusai pertemuan. Pertama, semua pimpinan partai politik sepakat, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didirikan oleh para pejuang, memiliki pondasi penting. Negara didasarkan dasar ideologi Pancasila. Pancasila sebagai landasan yang menjadi konsensus bersama. “Tinggal bagaimana idealisme itu direaliasikan dalam sistem politik,” tuturnya.

Kedua, Halaqah Kebangsaan ini merupakan media silaturahim untuk merekatkan dan mendekatkan antar pimpinan partai politik. Serta diharapkan, kedekatan itu akan berdampak pada hubungan dari para anggota partai politik itu.

“Bahwa, semua parpol itu bisa berbeda tujuan dan cara mencapai target kontetasi politik, maupun didalam membangun kehidupan politik di Indonesia. Tetapi semuanya sama, bahwa kekuatan dan perjuangan partai politik, tidak lain untuk satu Indonesia,” ujarnya.

Haedar berharap, semua elemen bangsa senantiasa menjaga dan melipatgandakan energi positif. “Semangat ini akan terus kami pupuk satu sama lain. Kami sadar berbeda posisi dan peran termasuk partai politik. Tapi semua tak mengurangi ikhtiar dan tekad politik untuk menjadikan rakyat sebagai pemilik kedaulatan rakyat,” kata Haedar.

Negara juga mempunyai kewajiban konstitusional untuk melindungi hak-hak warganya yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. “Tantangan terberat kita adalah menyinambungkan nilai-nilai dasar itu untuk diimplementasikan di dalam kehidupan berbangsa,” ujar Haedar.

Ketiga, para pimpinan partai politik juga menyadari, ada problem kehidupan kebangsaan kita. “Seperti korupsi, penggunaan sumber daya alam dan ada retak di tubuh bangsa ini,” ujarnya. Semua persoalan ini perlu dicarikan solusi bersama.

Partai politik dan semua kekuatan masyarakat, termasuk ormas seperti Muhammadiyah, berikhtiar menggunakan seluruh potensi politik dan kekuatan kemasyarakatan, agar masalah kebangsaan ini bisa dipecahkan bersama. Muhammadiyah, kata Haedar, tetap berkomitmen untuk membawa bangsa Indonesia tetap berada di jalur yang tepat, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan.

Keempat, parpol menyadari bahwa kontestasi politik, merupakan cara perjuangan politik yang sangat konstitusional. “Masing-masing tentu punya pilihan politik yang berbeda, tetapi semuanya bersepakat bahwa proses demokrasi harus semakin substantif dan bisa menurunkan ongkos sosial dan ongkos politik, dalam menyelenggarakan pesta demokrasi itu. Bahkan juga ongkos ekonomi. Dan yang paling penting, pesta demokrasi itu jangan sampai meretakkan bangsa ini,” ungkapnya.

Penyelenggaraan kontestasi politik harus berdasarkan jalur konstitusi yang sah. Disertai dengan langkah-langkah yang elegan. Apapun hasilnya, partai politik harus membantu pemerintah mewujudkan kewajiban konstitusinya. “Juga bagaimana mendorong pemerintahan, negara serta komponennya, bisa menjalankan kewajiban konstitusionalnya, siapapun yang terpilih nanti untuk melindungi segenap tumpah darah, memajukan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ulasnya.

Haedar optimis, para pimpinan partai politik punya itikad baik untuk memajukan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pemilu akan berlangsung dalam koridor yang baik dan kondusif. “Kami sebagai kekuatan nasional tetap akan memberikan harapan positif harapan terbaik untuk proses demokratisasi mewujudkan keadilan kemakmuran dan kemajuan bangsa. Kami akan menjaga demokratisasi, konstalasi politik dengan semangat kebersamaan moralitas dan tujuan kenegaraan. Semangat inilah yang kami pupuk,” ujarnya.

Tampak hadir dalam Halaqah Kebangsaan ini antara lain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua umum PPP Romahurmuziy, Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabanga, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, dan Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor. (ribas)

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg