Berita

Rakornas Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Membangun Dakwah Berkemajuan

dr Agus Taufiqurrahman Rakornas Tabligh

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman MKes membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Hotel Dafam Rohan Bantul, Yogyakarta, Kamis (3/5/2018). Sebanyak 28 Majelis Tabligh PWM, Lembaga, Ortom tingkat pusat serta media persyarikatan menghadiri Rakornas yang bertajuk “Membangun Dakwah Berkemajuan Menuju Indonesia yang Berkeadaban” tersebut.

Dalam sambutannya Agus menyampaikan tentang kebijakan dakwah Muhammadiyah di era milenial di mana saat ini terjadi pergeseran cara hidup dan banyak hal di masyarakat, sehingga dakwah tetap harus dilakukan. Selain itu, menurut Agus, umat menunggu muballigh yang up to date yang kemudian umat dapat mendapatkan referensi cepat melalui internet dan media sosial.

Kemudian, Agus meminta Majelis Tabligh memiliki peran dalam menanggapi politik yang akan dapat menyesatkan. “Menyambut tahun politik, mubaligh-mubaligh Muhammadiyah jangan mau dimanfaatkan sebagai alat politik atau kampanye, peran mubaligh Muhammadiyah harus sebagai penebar pesan kedamaian ditengah panasnya suhu politik yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Baca juga: IMM DIY Menggembirakan Dakwah Media

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal, Lc, MSi berharap, Rakornas dapat memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia di mana membahas persoalan universal bangsa yang tercantum dalam muktamar ke 47 di Makassar. Ia juga mengajak seluruh jajaran Majelis Tabligh untuk merealisasikan amanah yang sudah diberikan dalam putusan Muktamar tersebut.

Fathurrahman mengatakan pihaknya saat ini berusaha mempermudah masalah teknis yang masih ada di dalam Korps Mubaligh dari pusat ke bawah dan ingin menggaet Mubaligh yang dapat diatur untuk tetap sejalan dengan Muhammadiyah. Hal tersebut diusahakan untuk menciptakan kader Mubaligh yang hebat.

Untuk mewujudkan dakwah yang Berkemajuan, melalui forum Rakornas selama tiga hari dari 3-5 Mei 2018 tersebut Majelis Tabligh bersinergi dengan berbagai pihak, diantaranya Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Lazismu, dan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) PP Muhammadiyah.

“Model dakwah sekarang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, untuk itu Majelis Tabligh nantinya harus bersinergi dengan Lazismu dalam keperluan pendanaan, akan bersinergi dengan majelis dikdasmen dalam pembinaan para guru dan siswa sehingga nanti kita bersama-sama merumuskan kurikulum tabligh dalam pembinaan para guru di bawah naungan Muhammadiyah,” ungkap Fathurrahman.(ppmuh/rizq)

Baca juga: Membumikan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *