29 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Bupati Sleman: Masjid Bukan Hanya Untuk Shalat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah– Menyambut pengajian Ramadhan 1439 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Sri Purnomo Bupati Sleman menyampaikan, pengajian memang harus mendiskusikan banyak hal, seperti membicarakan politik, media sosial, dan lain sebagainya, Ahad (27/05). “Sebagaimana hari ini pengajianya tentang dakwah Muhammadiyah di tengah pusaran politik keagamaan,” terangnya saat memberikan sambutan pada acara yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Sleman ini.

Termasuk, katanya, masjid pun seharusnya digunakan untuk hal demikian, pengajian dan diskusi banyak hal, bukan untuk shalat saja. “Masjid bukan sekedar tempat shalat tapi jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat,” pesan Sri Purnomo.

Namun demikian, ia mengingatkan, walau bebas membicarakan apa saja, mendiskusikan semua hal, tetap menjaga dan tetap dalam koridor kebersamaan dan kedamaian. “Jangan mudah terhasut oleh media. Baru mendengar satu sisi berita sudah menggap itu benar, jangan seperti itu,” ujar Bupati Sleman dua periode itu. (gsh)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles