Dialog

Lukman Hakim Saifuddin:  Muhammadiyah Mencerahkan Bangsa

foto: banjarmasin.post
foto: banjarmasin.post
Shares

Muhammadiyah sejak kelahirannya dikenal sebagai gerakan pembaharu.  Upaya-upaya yang dilakukan adalah mencerahkan masyarakat sehingga mampu meningkatkan dirinya menghadapi tantangan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Bagaimana fungsi ini dalam pandangan pemerintah.

Untuk itu, Lutfi Effendi dari Suara Muhammadiyah menemuai Menteri Agama RI  Drs H Lukman Hakim Saifuddin. Demikian lontaran-lontaran pikirannya tentang peran Muhammadiyah dalam bentuk dialog berikut ini:

Strategi apa yang mestinya dilakukan oleh Muhammadiyah atau Umat Islam untuk melakukan pencerahan bangsa?

Melalui Pendidikan seperti yang dilakukan Muhammadiyah pada saat ini. Muhammadiyah luar biasa dalam mengembangkan dunia pendidikan. Karena dengan pendidikan maka peradaban itu bisa semakin maju dari waktu ke waktu.

Tidak dipungkiri keberhasilan Muhammadiyah memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan menjadi bukti terang bahwa Muhammadiyah memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai perubahan sosial tanpa kehilangan jati diri sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar.

Kenapa Pendidikan?

Disitulah kuncinya. Sejarah kan membuktikan bahwa lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah luar biasa.  Mampu memberikan pencerahan bagi bangsa sejak sebelum negara Indonesia ini merdeka.

Muhammadiyah yang berdiri sejak 1912 yang dipelopori KH Ahmad Dahlan merupakan organisasi dan gerakan pembaharuan dalam masyarakat Islam yang memiliki kiprah sangat besar sejak masa penjajahan maupun dalam rangka pembangunan bangsa dan negara. Dalam menapaki perjalanan sejarahnya selama lebih dari usia kemerdekaan bansa Indonesia, Muhammadiyah telah memberikan andil dan peran yang luar biasa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kuncinya adalah pendidikan. Banyak lembaga pendidikan yang telah dilahirkan oleh Muhammadiyah yang mampu mendidik anak bangsa ini. Muhammadiyah telah mendirikan sekolah dari tingkat SD sampai perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.  Dengan lembaga yang banyak ini, saya yakin Muhammadiyah mampu memajukan peradaban.

Apa yang perlu dilakukan secara khusus oleh Muhammadiyah dalam dunia pendidikan ini?

Setelah satu abad lebih perjalanan Muhammadiyah, saya mengamati masih banyak diperlukan ulama yang menjadi panutan umat di kalangan organisasi Islam yang besar dan terkemuka ini. Kita tidak mungkin  memutar zaman ke belakang, namun tidak dapat dipungkiri kerinduan dan kebutuhan generasi sekarang  terhadap figur panutan dan pemimpin berintegritas yang menyatu dengan umat sangat terasa belakangan ini.

Muhammadiyah di masa lalu memiliki tokoh tokoh besar dan figur sentral setelah generasi KH Ahmad Dahlan. Tokoh tersebut seperti Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, KH Faqih Usman, Buya AR Sutan Mansur, Buya Prof Dr Hamka, Buya Malik Ahmad, KH AR Fachruddin dan banyak lagi yang lain. Mereka tidak sekedar merepresentasikan  tokoh Muhammadiyah, tetapi tidak diragukan kapasitas mereka diakui sebagai tokoh umat Islam dan tokoh nasional yang diterima oleh semua golongan.

Untuk itu saya memandang kaderisasi ulama perlu digarap secara serius oleh Muhammadiyah, di samping upaya-upaya lain seperti memperbanyak dan mempertinggi mutu amal usaha, meningkatkan sistem kaderisasi serta mempererat ukhuwah antara sesama  organisasi Islam.  Tantangan dakwah saat ini menunjukkan masih banyak orang Islam yang belum paham Islam secara baik sehingga mudah terperosok ke dalam paham beragama yang salah.

antarafoto-muktamar-muhammadiyah-030815-yu-12

Ulama-ulama seperti apa yang harus dibentuk?

Saya kira ke depan diperlukan ulama-ulama yang tangguh serta pejuang-pejuang dakwah dan sosial yang istiqomah, yang sanggup  mewujudkan masyarakat yang diinginkan yaitu masyarkat Islam yang sebenar-benarnya sesuai  yang dicita-citakan Muhammadiyah dari awal. Para tokoh dan aktivis ormas Islam harus tahu dan pandai membawakan diri dan menempatkan diri, kapan berbicara mewakili kepentingan organisasi masing-masing dan kapan berbicara atas nama umat dan menyuarakan kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

Muhammadiyah telah mencontohkan bahwa keberagamaan tidak cukup hanya melakukan ibadah ritual.  Keberagamaan harus diwujudkan dalam amal nyata dengan orientasi sikap peduli sosial. Dan ini telah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan yang disambung oleh penerus-penerusnya.

Muhammadiyah sejak kelahirannya dikenal sebagai gerakan pembaharu Islam dengan jargon –jargon ijtihad dan tajdid kembali kepada Al Quran dan Sunnah yang direalisasikan dalam bidang-bidang sosio-kultural dengan amal usaha  di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan penguatan dakwah. Karena itu, sepanjang sejarahnya Muhammadiyah sangat menonjol gerakannya di bidang amal usaha sosial  yang dampaknya begitu besar bagi masyarakat di berbagai pelosok tanah air.

Peran-peran apa yang dapat dilakukan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam  dalam kemajuan bangsa?

Pembangunan dan kemajuan bangsa sekarang dan ke depan tidak dapat mengabaikan peran dan kontribusi ormas-ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, dalam mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat. Pemerintah  tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Tetapi negara bukan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat segala urusan publik yang vital.

Oleh karenanya, peranan ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, sesuai dengan misinya masing-masing diharapkan dapat memperjuangkan hak-hak warga negara dan memperkuat fungsi negara. Sebagaimana yang dilakukan Muhammadiyah sekarang ini ialah dakwah untuk mencerahkan Indonesia berkemajuan.

Pemahaman saya dakwah seperti ini adalah mengangkat nilai dakwah yang mencerdaskan pikiran, memberikan contoh, dan mensejahterakan umat. Tiga kata kunci di atas  sesungguhnya mencerminkan misi dakwah itu sendiri. Dakwah yang berupaya membawa umat dari alam kegelapan dan kejahiliyahan menuju pada keadaan terang benderang atau takhrij minal dhulumat ila al-nur.

Bila  kita telusuri lebih jauh, upaya mencerdaskan umat melalui dakwah yang mencerahkan, berarti membuat umat memiliki pemikiran yang maju sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Dalam kehidupan yang terus menerus berubah diperlukan upaya-upaya pembaharuan pemikiran agama dan sosial atas berbagai sendi-sendi kehidupan  yang disesuaikan dengan kondisi yang tengah dialami. (lut)


Dialog ini pernah dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah No. 14 tahun 2014

Shares
aplikasi_suara_muhammadiyah

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Edisi Baru

  • new.jpeg
  • edisi-baru.jpeg
  • web-ad_jamaahhebat.jpg
  • webad_pasang-iklan.gif
  • WebAds_deamilela_thumb.jpeg
  • SS-web1.jpg